“Pembayaran bunga atas utang kini melebihi seluruh anggaran militer Amerika. Itu salah satu momen yang menyadarkan saya—ini benar-benar gila,” ungkapnya.
Berdasarkan data Departemen Keuangan AS, pemerintah mengalokasikan sekitar US$1,22 triliun untuk pembayaran bunga bersih pada tahun fiskal 2025. Bahkan, hanya dalam satu bulan pertama tahun fiskal 2026, biaya bunga sudah mencapai US$355 miliar.
Dalam pandangan Musk, penghematan belanja negara saja tidak akan cukup untuk mengatasi persoalan ini. “Pemangkasan belanja saja tidak akan cukup,” tegasnya.
Ia menambahkan, “Bahkan jika semua penghematan itu diterapkan, Anda hanya menunda the day of reckoning—hari penghakiman—ketika Amerika bangkrut.”
Sebagai jalan keluar, Musk menilai pertumbuhan ekonomi yang sangat agresif menjadi satu-satunya opsi realistis. Ia meyakini teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan robotika, dapat menjadi kunci.
“Saya sampai pada kesimpulan bahwa satu-satunya cara untuk membawa Amerika keluar dari krisis utang dan mencegah kebangkrutan adalah melalui AI dan robotika. Kita harus menumbuhkan ekonomi dengan laju yang memungkinkan kita membayar utang tersebut,” pungkas Musk.*
(NK/red)




