Elon Musk Ingatkan Krisis Utang AS: Data fiskal pemerintah AS turut menguatkan kekhawatiran tersebut,
Indonesia jurnalis – Beban utang Amerika Serikat yang kian membengkak hingga menembus US$38,5 triliun kembali menjadi sorotan. CEO Tesla Elon Musk secara terbuka menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi fiskal Negeri Paman Sam yang dinilainya semakin mengkhawatirkan dan sulit diatasi.
Dalam sebuah episode podcast The Joe Rogan Experience yang dikutip dari Yahoo Finance pada 1 Februari, Musk mengulas pandangannya mengenai batas kemampuan pemerintah AS dalam mengendalikan krisis utang nasional tersebut.
“Kita masih bisa memperbaiki arah, tetapi pada akhirnya sistem ini tidak bisa sepenuhnya diperbaiki,” ujar Musk.
Ia menilai, solusi ekstrem untuk memangkas pemborosan dan penipuan anggaran hampir mustahil diterapkan di negara demokratis. Menurutnya, hanya langkah sangat keras yang secara teori bisa menghentikan laju utang, namun hal itu tidak realistis dilakukan.
“Kecuali jika Anda menerapkan tindakan yang sangat kejam, sekelas Genghis Khan dalam memangkas pemborosan dan penipuan—yang jelas tidak mungkin dilakukan di negara yang ingin tetap demokratis—maka tidak ada cara untuk benar-benar menyelesaikan krisis utang ini,” katanya.
Musk bahkan menyebut kondisi utang Amerika Serikat saat ini sebagai sesuatu yang “gila”. Data fiskal pemerintah AS turut menguatkan kekhawatiran tersebut, dengan total utang federal yang terus meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda melambat.
Namun, menurut Musk, persoalan terbesar bukan semata pada angka utang yang besar, melainkan beban bunga yang harus dibayar pemerintah setiap tahunnya.




