“Melalui momentum silaturahmi ini, mari kita memperkuat sinergi dan kolaborasi antar daerah dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan yang terintegrasi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nanik juga memaparkan secara singkat potensi dan kondisi Kabupaten Magetan. Secara geografis, Magetan terletak di lereng Gunung Lawu dan berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah, menjadikannya sebagai gerbang barat Jawa Timur.
Dengan luas wilayah 688,85 km² dan jumlah penduduk sekitar 692.800 jiwa yang tersebar di 18 kecamatan serta 235 desa/kelurahan, Magetan memiliki potensi besar dari sisi keindahan alam, posisi strategis, dan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.
“Pertumbuhan ekonomi Magetan saat ini berada pada angka 5,14 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 77,58, di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur, serta angka kemiskinan berada di 9,14 persen atau lebih rendah dari rata-rata provinsi,” paparnya.
Ia menambahkan, kawasan lereng Gunung Lawu menyimpan berbagai potensi destinasi wisata unggulan yang terus dikembangkan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Melalui forum tersebut, Bunda Nanik berharap sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat perantauan dapat semakin kuat demi mendorong kemajuan Kabupaten Magetan ke depan.*
(Report lucky Poni)




