Selanjutnya, pengajuan resmi ke UNESCO direncanakan pada tahun 2027, dengan target memperoleh pengakuan dunia pada 2028, bertepatan dengan peringatan 100 tahun KOWANI.
Dalam upaya tersebut, KOWANI mengajak seluruh elemen bangsa untuk turut berpartisipasi aktif, mulai dari organisasi perempuan, pemerintah pusat dan daerah, akademisi, peneliti, generasi muda, media, hingga masyarakat luas.
“Perempuan bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi penentu arah peradaban. Melalui langkah ini, Indonesia hadir bukan hanya sebagai bangsa, tetapi sebagai kekuatan peradaban dunia,” tutup Ketua Umum KOWANI.*
(Ls)




