“Harapannya, silaturahmi ini tidak hanya sekadar seremonial, tapi bagaimana masing-masing bisa berkontribusi untuk memajukan daerah,” tambahnya.
Terkait pelaksanaan acara tahun ini, Ateng mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme kehadiran peserta dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kesan untuk acara hari ini luar biasa, karena yang hadir banyak sekali. Berbeda dari tahun sebelumnya yang saya ikuti, tahun ini lebih meriah dan para tokoh juga banyak yang hadir,” ungkapnya.
Acara tersebut turut dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya para kepala daerah dari wilayah Ciayumajakuning, tokoh masyarakat, akademisi, serta para perantau asal Cirebon dan sekitarnya yang berdomisili di Jakarta. Hadir pula Komjen Pol. Prof. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho sebagai tuan rumah kegiatan, serta Ketua Umum DULUR Cirebonan (DULCREB), Prof. Rokhmin Dahuri, Ph.D. beserta jajaran pengurus.
Dalam sambutannya, Rokhmin Dahuri menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi daerah asal.
“Paguyuban ini didirikan untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan, serta mendorong warga Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan yang memiliki kekuatan baik kekuasaan, ekonomi, maupun teknologi agar turut berkontribusi membangun daerah asal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa paguyuban DULUR Cirebonan telah berdiri sejak tahun 1972 oleh para tokoh senior, dengan tujuan utama mempererat silaturahmi serta memperkuat solidaritas warga Ciayumajakuning di perantauan.*
(Ls)



