Investor Dubai Tanamkan Rp4 Triliun di IKN, Bangun Kawasan Terpadu di Jantung KIPP

Investor Dubai Tanamkan Rp4 Triliun di IKN, Bangun Kawasan Terpadu di Jantung KIPP
Investor Dubai Tanamkan Rp4 Triliun di IKN, Bangun Kawasan Terpadu di Jantung KIPP
Investor Dubai Tanamkan Rp4 Triliun di IKN, Investasi tersebut akan difokuskan pada pengembangan lahan seluas 9,7 hektare yang berlokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A.

Indonesia jurnalisIbu Kota Nusantara (IKN) kembali mencatatkan capaian penting dalam menarik investasi asing. Kali ini, komitmen investasi prestisius datang dari Uni Emirat Arab (UEA) melalui Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan properti ternama asal Dubai.

Ayedh Dejem Group resmi menandatangani kerja sama pembangunan kawasan terpadu (mixed-use) di IKN dengan nilai investasi mencapai Rp4 triliun. Langkah ini menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor Timur Tengah terhadap prospek ekonomi dan pembangunan IKN.

Investasi tersebut akan difokuskan pada pengembangan lahan seluas 9,7 hektare yang berlokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A. Area ini termasuk lokasi premium karena berada tepat di sisi Plaza Bhinneka Tunggal Ika, salah satu landmark utama di kawasan IKN.

Dalam proyek ini, Ayedh Dejem Group berencana membangun ekosistem perkotaan modern yang terintegrasi. Kawasan tersebut akan mencakup gedung perkantoran Grade A, pusat perbelanjaan berkelas internasional, area komersial premium, serta fasilitas ibadah berupa masjid.

Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem, menyampaikan bahwa keputusan investasi ini didorong oleh keyakinan terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang terus menunjukkan tren positif.

“Pertumbuhan ekonomi di Indonesia sangat signifikan. Insyaallah ekonomi di IKN akan tumbuh pesat, sehingga membutuhkan proyek besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Syeikh Ayedh Dejem saat penandatanganan kerja sama, Jumat (23/1/2026).

Ia juga menyoroti kuatnya sinergi antara dua kekuatan ekonomi besar, yakni Dubai sebagai pusat keuangan global dan Indonesia yang tergabung dalam kelompok 20 ekonomi terbesar dunia (G20). Menurutnya, proyek ini dirancang sebagai investasi strategis jangka panjang.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *