“Setiap tahun, pada malam menjelang May Day, SBSI menggelar doa bersama untuk para pejuang buruh di Indonesia, di antaranya almarhum Marsinah. Kegiatan ini juga menjadi refleksi bagi seluruh anggota SBSI agar ke depannya lebih semangat memperjuangkan nasib buruh Indonesia, khususnya di kawasan KEK Sei Mangkei,” ujar Ramlan.
Ramlan Sinaga juga menjelaskan bahwa perjuangan buruh di Indonesia tidaklah mudah, terutama sejak tahun 2000. Menurutnya, setiap tahun buruh harus melakukan aksi untuk memperjuangkan penetapan 1 Mei sebagai Hari Buruh serta menuntut penghapusan sistem outsourcing.
“Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Nasional,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pengurus dan anggota SBSI, di antaranya Ketua Umum DPP SBSI Ramlan Sinaga, Penasehat Jumahat Saragih, Bendahara Umum Lina Pakpahan, serta perwakilan dari berbagai Pimpinan Kerja (PK) seperti PK Aeic Ifandi Ritonga, PK Seoil Hendrik Nasution, PK Unilever Suprianto, PK Gutri Paino, PK Ecoil Sukarli, PK PKS H. Roni Damanik, PK PKO Ramli, dan PK Eviav.*
(Surya Damanik)




