“Patriotik inilah yang menjaga kesatuan bangsa, pertahanan, bela negara, nasionalisme, cinta tanah air, dan Pancasila,” ujar Hendro.
Nilai-nilai tersebut dipandang penting untuk menjaga keutuhan Indonesia yang memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, dan wilayah kepulauan. Semangat persatuan diharapkan tetap menjadi pegangan generasi muda dalam menghadapi perubahan sosial maupun perkembangan zaman.
Sementara itu, karakter gigih diperlukan agar pemuda tidak mudah menyerah dalam menghadapi hambatan, sedangkan empati menjadi bekal untuk membangun kepedulian sosial dan memperkuat solidaritas di tengah masyarakat.
Penyederhanaan Regulasi untuk Mendukung Kreativitas Pemuda
Selain membahas pembangunan karakter, pemerintah juga mendorong terciptanya ekosistem kepemudaan dan keolahragaan yang lebih adaptif melalui penerbitan Omnibus Permenpora.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk menyederhanakan regulasi dan birokrasi yang berkaitan dengan sektor kepemudaan serta olahraga. Dalam pemaparan kegiatan, penyederhanaan itu disebut merangkum ribuan aturan ke dalam empat peraturan utama yang mencakup pelayanan kepemudaan, kebudayaan olahraga, prestasi olahraga, dan industri olahraga.
Penyederhanaan regulasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan potensi generasi muda.
Dengan dukungan kebijakan yang lebih adaptif, pemuda diharapkan mampu mengembangkan berbagai inisiatif di bidang teknologi digital, kewirausahaan, inovasi, dan industri kreatif.
Seminar kepemudaan tersebut menjadi salah satu momentum untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan. Penguatan karakter, peningkatan kapasitas, serta dukungan regulasi yang tepat diharapkan dapat berjalan beriringan agar pemuda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga tampil sebagai penggerak perubahan menuju Indonesia Emas 2045.*
(NK)




