Selain penyampaian materi, mahasiswa KKN turut mengajak warga mempraktikkan langsung pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Melalui pelatihan ini, warga diperkenalkan pada cara mengolah sampah organik agar tidak berakhir sia-sia di tempat pembuangan, melainkan bisa disulap menjadi kompos yang berguna bagi tanaman dan lingkungan sekitar.
Tidakk berhenti di situ, Kelompok 91 KKN Aviora juga memasang papan edukasi yang berisi informasi tentang estimasi waktu penguraian berbagai jenis sampah. Papan ini dihadirkan sebagai media edukasi sekaligus pengingat visual bagi masyarakat mengenai dampak sampah terhadap lingkungan, khususnya jenis sampah yang membutuhkan waktu sangat panjang untuk terurai secara alami.
Melalui rangkaian edukasi dan praktik ini, masyarakat diharapkan tak sekadar memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri dalam keseharian. Kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya menjadi langkah kecil yang, jika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, akan membawa dampak positif yang besar bagi lingkungan.
Kegiatan edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah ini diharapkan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sukaraharja, sekaligus menjadi titik awal terbentuknya kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik. Kelompok 91 KKN Aviora berharap ilmu dan keterampilan yang telah dibagikan dapat terus dipraktikkan oleh warga, sehingga Desa Sukaraharja kelak tumbuh menjadi lingkungan yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan




