IRGC menggambarkan Mojtaba Khamenei sebagai “seorang ahli hukum yang kompeten, pemikir muda, serta sosok yang paling memahami dinamika politik dan sosial.”
Selain itu, IRGC menyatakan “rasa hormat, pengabdian, dan ketaatan” kepada Mojtaba Khamenei. Mereka juga menegaskan bahwa seluruh anggotanya “siap untuk patuh sepenuhnya dan berkorban demi menjalankan perintah ilahi Pemimpin Tertinggi.”
Berbeda dengan ayahnya, Mojtaba Khamenei selama ini dikenal jarang tampil di hadapan publik. Ia tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan, tidak pernah berpidato secara terbuka, maupun memberikan wawancara kepada media. Hanya sedikit foto dan rekaman video dirinya yang beredar di ruang publik.
Meski demikian, kabar mengenai pengaruh Mojtaba Khamenei di lingkaran kekuasaan Iran telah lama beredar. Ia kerap disebut sebagai “penjaga gerbang” yang memiliki akses langsung dan pengaruh besar terhadap ayahnya.
Bahkan, dokumen diplomatik Amerika Serikat yang dibocorkan oleh WikiLeaks pada akhir 2000-an menggambarkan Mojtaba Khamenei sebagai “kekuatan di balik jubah”. Sementara itu, kantor berita Associated Press pernah menyebutnya sebagai sosok yang dianggap “pemimpin tangguh dan cakap” di dalam struktur rezim Iran.*
(Dari berbagai sumber)




