Nita Yudi Ketum IWAPI Hadiri Halalbihalal KOWANI, Dorong Perempuan Naik Kelas dan Adaptif Hadapi Tantangan Ekonomi

Nita Yudi Ketum IWAPI Hadiri Halalbihalal KOWANI, Dorong Perempuan Naik Kelas dan Adaptif Hadapi Tantangan Ekonomi
Nita Yudi Ketum IWAPI Hadiri Halalbihalal KOWANI, di Sekretariat Pusat KOWANI, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).
Nita Yudi Ketum IWAPI Hadiri Halalbihalal KOWANI, “Acara ini menjadi wadah untuk saling bermaafan, sekaligus memperkuat sinergi antar organisasi perempuan,”

Jakarta, Indonesia jurnalis – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPP IWAPI), Ir. Nita Yudi, MBA, menghadiri acara halalbihalal yang diselenggarakan oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) di Sekretariat Pusat KOWANI, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran program “Goes to UNESCO”.

Dalam keterangannya, Nita Yudi menjelaskan bahwa KOWANI merupakan federasi organisasi perempuan yang menaungi sekitar 122 organisasi, di bawah kepemimpinan Ketua Umum Nannie Hadi Tjahjanto. Momentum halalbihalal ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antarorganisasi perempuan di Indonesia.

“Acara ini menjadi wadah untuk saling bermaafan, sekaligus memperkuat sinergi antar organisasi perempuan. Selain itu, juga diisi dengan kegiatan edukatif seperti seminar,” ujar Nita.

Ia juga menyoroti kehadiran penceramah Angelina Sondakh yang dinilai memberikan inspirasi bagi para peserta. Menurutnya, transformasi kehidupan Angelina menjadi pembelajaran berharga, sekaligus memperkaya wawasan spiritual dan motivasi perempuan.

Lebih lanjut, Nita menegaskan bahwa IWAPI bersama KOWANI memiliki fokus besar dalam mendorong perempuan Indonesia untuk “naik kelas”. Upaya tersebut tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga mencakup peningkatan kesejahteraan keluarga, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan nasional.

Di tengah dinamika global, Nita turut menyinggung potensi dampak ekonomi akibat konflik internasional yang dapat memengaruhi harga energi, termasuk bahan bakar. Ia mengingatkan bahwa kenaikan harga energi akan berdampak luas pada sektor usaha, khususnya UMKM.

“Kenaikan harga bahan bakar tentu berdampak pada biaya produksi dan distribusi. Oleh karena itu, pelaku usaha harus mulai melakukan efisiensi dan beradaptasi,” jelasnya.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *