Ia menilai dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk mengoptimalkan potensi masyarakat Halmahera Utara di perantauan. Jumlah warga asal Halmahera Utara di wilayah Jabodetabek diperkirakan mencapai 2.000 orang, yang dinilai memiliki potensi untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah asal.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara diwakili oleh Wenas Romphis. Bupati Halmahera Utara yang semula dijadwalkan menghadiri acara secara langsung berhalangan hadir karena harus menjalankan agenda internal partai di daerah.
Kepengurusan IKA-HALUT Jabodetabek periode 2026–2031 juga diperkuat oleh 17 elemen pemuda dan kalangan profesional dengan latar belakang yang beragam. Mereka berasal dari berbagai bidang, antara lain aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, advokat, konsultan, auditor, hingga mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Jakarta.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, IKA-HALUT Jabodetabek diharapkan dapat menjadi wadah pemersatu masyarakat Halmahera Utara di perantauan. Organisasi ini juga berkomitmen membangun sinergi lintas profesi dan generasi agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah asal maupun lingkungan tempat mereka beraktivitas.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, IKA-HALUT Jabodetabek diharapkan tidak hanya menjadi tempat mempererat persaudaraan, tetapi juga menjadi sarana menjaga warisan budaya dan memperkuat identitas masyarakat Halmahera Utara di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.*
(Report lucky Poni)




