Ketua PD Persis Jakarta Pusat Tekankan Konsep 5T untuk Meneguhkan Loyalitas Jam’iyyah Pemuda Persis

Ketua PD Persis Jakarta Pusat Tekankan Konsep 5T untuk Meneguhkan Loyalitas Jam’iyyah Pemuda Persis
Pembekalan Character Building Pemuda Persis Jakarta (Foto: Istimewa)
Ketua PD Persis Jakarta Pusat Tekankan Konsep 5T untuk Meneguhkan Loyalitas Jam’iyyah Pemuda Persis

JAKARTA, Indonesia Jurnalis — Ketua Pimpinan Daerah (PD) Persatuan Islam (Persis) Jakarta Pusat, Ustadz Achmad Fadhillah, menegaskan pentingnya meneguhkan loyalitas jam’iyyah sebagai fondasi perjuangan kader dalam pembekalan Character Building Pemuda Persis Jakarta. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Persis Jakarta di Hotel Balairung, Jakarta, Ahad (18/10/2026), mengangkat tema “Membentuk Karakter Pemuda Persis yang Tangguh dalam Menghadapi Tantangan Zaman”.

Dalam pemaparannya, Ustadz Achmad Fadhillah menyampaikan bahwa loyalitas terhadap jam’iyyah tidak cukup diwujudkan melalui pengakuan sebagai bagian dari organisasi. Loyalitas harus tercermin dalam pemahaman terhadap perjuangan, komitmen menjalankan amanah, kesediaan bekerja sama, serta kepedulian terhadap keberlangsungan organisasi

Ia memperkenalkan konsep 5T, yaitu Ta’aruf, Tafahum, Ta’awun, dan Takaful, sebagai nilai-nilai penting dalam memperkuat hubungan antarkader dan meneguhkan loyalitas terhadap jam’iyyah. Konsep ini menjadi bekal bagi Pemuda Persis untuk membangun organisasi yang solid, saling menguatkan, dan konsisten dalam menjalankan misi dakwah.

Pertama, Ta’aruf, yaitu saling mengenal. Kader perlu membangun hubungan yang baik dengan sesama anggota, memahami latar belakang, potensi, serta karakter masing-masing. Pengenalan ini menjadi pintu awal untuk membangun ukhuwah dan memperkuat ikatan dalam jam’iyyah.

Kedua, Tafahum, yaitu saling memahami. Setiap kader perlu mengembangkan sikap saling mengerti dalam menghadapi perbedaan pandangan, karakter, dan cara bekerja. Dengan tafahum, perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan peluang untuk memperkuat kedewasaan dalam berorganisasi.

Ketiga, Ta’awun, yaitu saling membantu dalam kebaikan. Loyalitas jam’iyyah diwujudkan melalui kesediaan bekerja sama, berbagi kemampuan, dan saling mendukung dalam menjalankan program serta amanah organisasi. Kader yang loyal tidak hanya menuntut organisasi bergerak, tetapi turut mengambil bagian dalam menggerakkan perjuangan.

Team Redaksi
Author: Team Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *