Keempat, Takaful, yaitu saling menanggung dan peduli. Setiap kader memiliki tanggung jawab moral untuk memperhatikan kondisi sesama anggota, baik dalam menghadapi kesulitan maupun ketika menjalankan tugas dakwah. Semangat takaful membangun solidaritas agar tidak ada kader yang merasa berjuang sendirian.
Melalui nilai-nilai tersebut, Ustadz Achmad Fadhillah mengajak kader Pemuda Persis untuk memahami bahwa loyalitas jam’iyyah bukan sekadar kepatuhan formal terhadap organisasi, melainkan kesetiaan yang tumbuh dari pemahaman, persaudaraan, kerja sama, dan kepedulian.
Pembekalan ini menjadi relevan bagi Pemuda Persis Jakarta yang menghadapi dinamika perkotaan dengan tantangan sosial, budaya, dan perkembangan zaman yang terus berubah. Karakter kader yang tangguh perlu dibangun bersamaan dengan komitmen kolektif agar organisasi mampu menjaga kesinambungan perjuangan dan menghadirkan dakwah yang berdampak bagi masyarakat.
Melalui penguatan loyalitas jam’iyyah, Pemuda Persis Jakarta diharapkan dapat melahirkan kader yang tidak hanya memiliki semangat individual, tetapi juga kesadaran kolektif untuk menjaga persatuan, menjalankan amanah, dan membesarkan organisasi melalui kerja nyata.
Loyalitas jam’iyyah pada akhirnya adalah kesediaan untuk mengenal, memahami, membantu, dan peduli satu sama lain demi tegaknya perjuangan bersama. Dengan semangat tersebut, Pemuda Persis diharapkan semakin solid dalam berjamaah, kuat dalam menghadapi tantangan, dan istiqamah dalam menjalankan misi dakwah Islam.




