Pelantikan Pengurus dan Rakernas  DPN IARMI 2026

Pelantikan Pengurus dan Rakernas  DPN IARMI 2026
Ketua Umum DPN IARMI Prof. Bahrullah Akbar dan Sekretaris Jenderal DPN IARMI Ir. A. Riza Patria.
Pelantikan Pengurus dan Rakernas  DPN IARMI 2026, Dari Barak ke Desa: IARMI Menerjemahkan Bela Negara Menjadi Pengabdian Nyata.

JAKARTA, Indonesia jurnalis – Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI) menggelar rangkaian Pelantikan Pengurus, Rapat Kerja Nasional (Rakernas), dan Seminar Nasional Bela Negara pada 25–27 September 2026 di Jakarta.

Dari Barak ke Desa: IARMI Menerjemahkan Bela Negara Menjadi Pengabdian Nyata.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus peneguhan komitmen IARMI untuk membawa semangat bela negara keluar dari ruang-ruang seremoni menuju pengabdian yang nyata bagi masyarakat, daerah dan bangsa.

Kegiatan nasional ini diikuti delegasi dari 32 Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) IARMI dan ratusan Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota, bersama jajaran pengurus DPN, alumni Resimen Mahasiswa, mahasiswa, perguruan tinggi, unsur pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan serta mitra strategis IARMI.

Ketua Umum DPN IARMI Prof. Bahrullah Akbar dan Sekretaris Jenderal DPN IARMI Ir. A. Riza Patria,

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPN IARMI Prof. Bahrullah Akbar, yang juga Guru Besar IPDN dan Komisaris Bank Syariah Nasional, serta Sekretaris Jenderal DPN IARMI Ir. A. Riza Patria, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas ruang pengabdian alumni Menwa.

BELA NEGARA TIDAK BERHENTI DI LAPANGAN UPACARA

Mengusung tema “Bela Negara dan Pengabdian Generasi Muda untuk Indonesia”, Seminar Nasional Bela Negara menjadi salah satu agenda utama rangkaian kegiatan.

Bagi IARMI, bela negara tidak semata-mata dimaknai dalam perspektif pertahanan militer. Bela negara juga hadir melalui pendidikan, pengabdian masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan sosial dan ekonomi, pelestarian lingkungan, inovasi teknologi serta kontribusi nyata dalam pembangunan nasional.

Baca Juga  Paguyuban HTSB Gelar Rapat Koordinasi untuk Perkuat sinergi dan evaluasi program kerja

Perspektif tersebut membawa pembahasan pada satu ruang yang sangat dekat dengan kehidupan rakyat: desa.

Desa bukan hanya tempat tinggal masyarakat, tetapi juga salah satu basis pembangunan nasional yang berhadapan langsung dengan persoalan ketahanan pangan, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, digitalisasi, kewirausahaan dan penguatan ekonomi lokal.

Karena itu, IARMI mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, dunia usaha, masyarakat dan alumni Menwa agar bela negara tidak berhenti sebagai wacana, melainkan diterjemahkan menjadi program pengabdian yang terukur dan berkelanjutan.

DIHADIRI PARA PEJABAT DAN TOKOH DARI BERBAGAI SEKTOR

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menjadi Inspektur Upacara sekaligus memberikan pengarahan kepada peserta.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Tito Karnavian menjadi Keynote Speaker pada Seminar Nasional Bela Negara.

Kehadiran kedua pejabat tersebut memperkuat dimensi kebangsaan dalam agenda IARMI, terutama mengenai ketahanan nasional, pemerintahan, partisipasi masyarakat dan peran generasi muda.

Seminar juga menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ir. A. Riza Patria, M.B.A., serta Presiden Direktur PT Astra International Tbk Paulus Bambang Wijanarko sebagai pembicara.

Ketiga unsur tersebut merepresentasikan tiga kekuatan penting dalam pembangunan: kampus dan ilmu pengetahuan, pemerintah dan pembangunan desa, serta dunia usaha dan pemberdayaan masyarakat.

Materi seminar diarahkan pada isu bela negara di tengah perubahan strategis, desa sebagai basis ketahanan nasional, peran mahasiswa sebagai agen pembangunan, dukungan pemerintah, serta kemitraan dunia usaha dalam pemberdayaan masyarakat.

RAKERNAS: KONSOLIDASI YANG HARUS BERUJUNG PADA AKSI

Rakernas IARMI menjadi ruang konsolidasi sekaligus forum untuk merumuskan arah program organisasi periode kepengurusan 2025–2030.

Baca Juga  Setya Kita Pancasila Tuntut Pembubaran GKPI, Desak Aparat Tindak Tegas Pelaku Teror dan Intimidasi

Salah satu gagasan yang didorong adalah “IARMI Mengabdi untuk Desa”, sebagai model pengabdian yang mempertemukan kapasitas alumni Menwa dengan mahasiswa, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *