Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan pengabdian berbasis pengetahuan, teknologi, kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat.
Seminar dan Rakernas juga ditargetkan menghasilkan Deklarasi Bela Negara Generasi Muda IARMI, rekomendasi nasional, model kolaborasi Mahasiswa–Pemerintah–Dunia Usaha–IARMI, rekomendasi program pengabdian serta rancangan pilot project “IARMI Mengabdi untuk Desa”.
Dengan demikian, pelantikan bukan sekadar pengukuhan jabatan. Rakernas bukan sekadar agenda rutin organisasi. Dan seminar bukan sekadar panggung untuk bertukar kata.
Sebab pertanyaan paling penting justru muncul setelah mikrofon dimatikan dan kursi-kursi forum dikosongkan: apa yang kemudian kita kerjakan untuk negeri? Di situlah makna bela negara diuji.
Bela negara bukan hanya tentang berdiri tegap ketika upacara. Ia juga tentang kesediaan berdiri bersama masyarakat ketika mereka membutuhkan pengetahuan, tenaga, kepemimpinan dan pengabdian.
DARI WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA MENUJU PENGABDIAN
Bagi alumni Resimen Mahasiswa, pengabdian bukan nilai yang baru ditemukan hari ini. Ia memiliki akar pada semangat Widya Castrena Dharma Siddha—pengabdian melalui ilmu dan kemampuan yang dimiliki.
Karena itu, tantangan IARMI ke depan bukan sekadar menjaga romantisme masa lalu, tetapi memastikan pengalaman, disiplin, kepemimpinan dan jejaring alumni Menwa tetap relevan menjawab persoalan masyarakat hari ini.
Rangkaian kegiatan 25–27 September 2026 diharapkan menjadi titik temu antara pengalaman masa lalu, kebutuhan hari ini dan tanggung jawab terhadap masa depan.
Sebab organisasi yang hanya pandai mengingat sejarah akan menjadi museum.
Tetapi organisasi yang mampu menjadikan sejarah sebagai tenaga untuk bekerja, akan tetap hidup dan dibutuhkan zaman.
Melalui konsolidasi nasional ini, IARMI menegaskan arah pengabdiannya: dari organisasi menuju aksi, dari gagasan menuju program, dan dari bela negara sebagai konsep menuju pengabdian yang dapat dirasakan masyarakat.
TENTANG IARMI
Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) merupakan wadah alumni Resimen Mahasiswa Indonesia yang terus menjaga nilai kebangsaan, kepemimpinan, kedisiplinan dan pengabdian.
Melalui kepengurusan periode 2025–2030, DPN IARMI mendorong penguatan organisasi sekaligus memperluas kontribusi alumni Menwa agar pengalaman dan kapasitas yang dimiliki dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, daerah dan bangsa.
Pada akhirnya, bela negara bukan sekadar pertanyaan tentang siapa yang berdiri paling tegap di lapangan, tetapi siapa yang bersedia tetap berdiri ketika masyarakat membutuhkan pengabdian.
Dari Desa kita membangun, Dari Kampus kita berinovasi, Bersama IARMI kita mengabdi, untuk Indonesia kita berkontribusi.*
(Redaksi)




