Peluncuran Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Penyusunan buku sejarah ini menghabiskan anggaran sekitar Rp9 miliar
JAKARTA, Indonesia jurnalis – Pada 14 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Sejarah, seri buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global telah diperkenalkan kepada publik melalui peluncuran awal (soft launching) di Gedung Kementerian Kebudayaan Senin (31/8/2026)
kementerian kebudayaan Fadli Zon saat sesi tanya jawab mengatakan susuan buku sejarah tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp9 miliar dan itu sudah di gelar rapat DPR. Dari anggaran tersebut nantinya lima jilid pertama dan lima jilid yang akan datang kini dapat diakses masyarakat melalui situs Pustaka Budaya dan disebarluaskan lewat berbagai media, salah satunya film.
Momentum tersebut merupakan awal roses pengenalan dan penyempurnaan, bukan akhir dari pekerjaan penerbitan. Pasca peluncuran awal, tim menyempurnakan aspek teknis yang diperlukan agar keseluruhan seri hadir secara utuh, konsisten, mudah digunakan, dan layak secara visual. Penyempurnaan terutama diarahkan pada kelengkapan unsur buku serta desain buku yang mampu menopang keluasan isi tanpa mengurangi kenyamanan membaca.
Peluncuran utama ini sekaligus menjadi undangan kepada masyarakat untuk membaca sejarah Indonesia secara lebih luas, kritis, inklusif, dan reflektif yang bukan sebagai hafalan masa lalu, melainkan sebagai sumber pembelajaran untuk merawat persatuan, memperkuat demokrasi, dan menentukan arah masa depan bangsa sesuai dengan jati dirinya.
Buku ini terdiri dari sepuluh jilid utama yang secara substansial disusun secara kronologis-tematik untuk memperlihatkan kesinambungan, perubahan, dan perdebatan dalam perjalanan Indonesia. Selain itu, terdapat satu jilid faktaneka yang melengkapi seri sebagai pendamping untuk memudahkan pembaca menelusuri ragam fakta dan informasi penting. Ditulis oleh 123 pakar terdiri atas penulis, editor jilid, dan editor umum.
Para cendekiawan ini berasal dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga non-perguruan tinggi berasal dari berbagai macam latar belakang keahlian seperti sejarawan, arkeolog, filolog, epigraf, peneliti dari berbagai wilayah Indonesia. Adapun Tim Editor Umum terdiri dari Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum. (Universitas Indonesia), Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum. (Universitas Diponegoro), serta Prof. Dr. Jajat Burhanudin, M.A. (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
Sebagai bagian dari komitmen untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan sejarah, buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global disediakan dalam format digital yang dapat diakses secara daring.
Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat menjangkau pelajar, mahasiswa, guru, dosen, peneliti, dan masyarakat luas di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, penyediaan versi digital menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pemenuhan kebutuhan akses publik terhadap karya sejarah Indonesia ini.
Jilid I- Akar Peradaban Nusantara
Editor Jilid
1. Prof. Dr. R. Cecep Eka Permana, M.Si. (Universitas Indonesia)
2. Prof. Dr. Akin Duli, M.A. (Universitas Hasanuddin)
Jauh sebelum kedatangan pengaruh India, Tiongkok, atau Eropa, wilayah kepulauan Indonesia telah menjadi panggung peradaban yang canggih dan mandiri. Dengan bukti-bukti mulai dari lukisan cadas di Sulawesi yang terbukti sebagai yang tertua di dunia bahkan mendahului seni lukis Eropa hingga teknologi navigasi samudra yang telah dikuasai leluhur kita saat bangsa lain masih takut pada laut.
Melalui perpaduan data mutakhir dari arkeologi, genetika, dan paleoantropologi, jilid ini menarasikan ulang Nusantara sebagai “laboratorium evolusi manusia yang dinamis, tempat hidup berdampingannya berbagai spesies manusia purba seperti Homo erectus hingga Homo floresiensis. Jilid ini menawarkan perspektif baru yang membanggakan, bahwa leluhur Nusantara adalah agen aktif pembentuk sejarah dunia, dengan warisan nilai maritim dan ekologis yang masih sangat relevan hingga hari ini.
Jilid II- Nusantara dalam Jaringan Global: Perjumpaan Budaya Dengan India, Tiongkok, dan Persia
1. Dr. Ninie Susanti Tejowasono, M.Hum. (Universitas Indonesia)
Editor Jilid
2. Dr. Wanny Rahardjo Wahyudi, M.Hum. (Universitas Indonesia)
Jilid ini mendekonstruksi narasi sejarah tradisional yang terbelenggu oleh paradigma difusionis seperti “Indianisasi,” yang secara implisit mereduksi agensi lokal Nusantara sebagai penerima pasif. Buku ini secara tegas mem membuktikan sebaliknya bahwa sejak awal milenium pertama, Nusantara adalah entrepôt kosmopolitan dan simpul maritim yang aktif, tempat pertukaran ide, teknologi, dan ritus global.
Anda akan disuguhkan temuan-temuan baru yang menunjukkan lokal genius Nusantara berperan sebagai mesin pengayaan budaya. Unsur asing tidak ditiru, melainkan diseleksi, disintesis, dan distandardisasi menjadi bentuk-bentuk khas lokal. Inilah kisah tentang bagaimana peradaban agung seperti Borobudur memadukan kosmologi Buddha dengan lanskap agraris Jawa, dan Sriwijaya menjelma menjadi komunitas belajar dan pusat niaga yang menautkan Samudra Hindia.




