NEWS  

Pengusaha Tani Indonesia HKTI Resmi Dilantik, Siap Perkuat Investasi Pertanian Menuju Indonesia Emas 2045

Pengusaha Tani Indonesia HKTI Resmi Dilantik, Siap Perkuat Investasi Pertanian Menuju Indonesia Emas 2045
Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bertema "Pengusaha Tani Kuat, Petani Sejahtera" di Ballroom Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Ke depan, ia berharap Pengusaha Tani Indonesia HKTI mampu menjadi organisasi yang mempertemukan berbagai kekuatan bangsa melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, koperasi, lembaga keuangan, BUMN, sektor swasta, pelaku teknologi pertanian hingga komunitas petani dan generasi muda harus terus diperkuat,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Yasir mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja bersama membangun pertanian Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus. Mari kita satukan langkah, perkuat kolaborasi, dan jadikan Pengusaha Tani Indonesia HKTI sebagai penggerak transformasi pertanian Indonesia demi terwujudnya ketahanan pangan, kedaulatan pangan, dan kesejahteraan petani menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Rina Sa’adah: Jabatan Adalah Amanah untuk Memajukan Pertanian

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Pengusaha Tani Indonesia HKTI yang juga Anggota Komisi IV DPR RI, Hj. Rina Sa’adah, Lc., M.Si., menegaskan bahwa kepengurusan yang baru dilantik bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan amanah untuk ikut menentukan arah pembangunan pertanian Indonesia.

“Ini bukan hanya sebuah jabatan organisasi, tetapi juga amanah untuk ikut menentukan arah pembangunan pertanian Indonesia, memperjuangkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Rina mengungkapkan bahwa lahirnya Pengusaha Tani Indonesia HKTI berawal dari gagasan Ketua Umum terpilih, Dr. Yasir Machmud, yang menginginkan adanya wadah bagi para pengusaha yang fokus pada sektor pertanian, kelautan, dan perikanan.

Menurutnya, organisasi ini dibentuk untuk menghimpun para pelaku usaha yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan sektor pangan nasional.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan regulasi yang mampu menciptakan iklim investasi yang sehat di sektor pertanian.

“Program pemerintah yang menjadi prioritas harus didukung dengan regulasi yang memudahkan investasi di sektor pertanian sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Karena itu Pengusaha Tani Indonesia HKTI harus menjadi mitra strategis pemerintah,” katanya.

Baca Juga  Ketua Umum APKLI Perjuangan Apresiasi Dirjen Bina Marga Optimalkan Infrastruktur Jalan Strategis Majukan PKL UMKM

Rina menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan pangan dunia apabila seluruh pemangku kepentingan mampu bekerja sama.

Menurutnya, kemajuan teknologi, mekanisasi pertanian, dan kolaborasi lintas sektor harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani.

“Ke depan saya berharap Pengusaha Tani Indonesia HKTI menjadi organisasi yang mampu mempertemukan berbagai kekuatan bangsa, mulai dari pemerintah, DPR RI, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, koperasi, lembaga keuangan, BUMN, sektor swasta, hingga komunitas petani dan pelaku teknologi pertanian. Dengan kolaborasi tersebut, kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional dapat benar-benar terwujud,” tutupnya.*

(Report lucky Poni)

(Editor NK)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *