Polda Banten Tegaskan Belum Ada Peringatan Tsunami, Warga Diminta Waspadai Hoaks Erupsi Anak Krakatau

Polda Banten Tegaskan Belum Ada Peringatan Tsunami, Warga Diminta Waspadai Hoaks Erupsi Anak Krakatau
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Tegaskan Belum Ada Peringatan Tsunami, Warga Diminta Waspadai Hoaks Erupsi Anak Krakatau

Maruli menjelaskan bahwa kesiapsiagaan tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana di wilayah Banten.

“Saat ini, pos pertama untuk pencegahan bencana adalah yang telah kami, dari Wilayah Banten, laksanakan kesiapsiagaan bencana pada bulan April. Ini diantisipasi untuk kebakaran hutan dan lahan, kemudian ancaman kekeringan,” ungkapnya.

Menurutnya, kesiapsiagaan personel dan peralatan juga terus dilakukan menyusul perkembangan situasi di sejumlah kawasan.

“Kami siap untuk mengantisipasinya. Kami siap dengan personel, siap dengan peralatan, terutama yang berada di dekat area terdekat. Ada hutan Cilegon, ada kolam air, bendungan, kami siap,” tegas Maruli.

Masyarakat Diminta Tidak Terpengaruh Hoaks

Maruli kembali menekankan pentingnya masyarakat menjaga kesehatan dan memperoleh informasi hanya dari sumber resmi.

“Pertama, kita harus menjaga kesehatan, itu yang terpenting. Karena kesehatan itu mahal, harus begitu. Dan kedua, jangan juga aktif menunggu informasi valid dari teman-teman BMKG, karena itu bukan informasi valid. Hindari mencari informasi yang tidak valid, yang merupakan hoaks, itulah yang perlu diselidiki,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang terdampak abu vulkanik untuk mengambil langkah perlindungan diri, terutama dengan menggunakan masker.

Siapkan Pos Layanan Kesehatan

Sebagai bagian dari penanganan dampak erupsi, Polda Banten bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari pembagian masker hingga layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kami sudah meminta kepada para pecinta hutan, kami sudah meminta untuk duduk bersama para pecinta hutan untuk pindah ke ibu kota,” ujar Maruli.

Ia menegaskan bahwa penanganan dampak erupsi tidak dapat dilakukan oleh kepolisian seorang diri sehingga membutuhkan kolaborasi dengan instansi terkait.

“Kita tidak bisa melakukannya sendiri, mereka juga memiliki layanan sosial, memiliki rumah sakit, kita harus bekerja sama,” katanya.

Baca Juga  Sidang Praperadilan, Polri Tegaskan Penggeledahan dan Penyitaan Sesuai Prosedur

“Pada awalnya, Polda Banten bersama dengan dinas kehutanan, kami telah mengambil langkah-langkah, pertama, untuk membagikan masker. Kedua, kami juga memiliki pos layanan kesehatan di wilayah Merak, di sana bagi orang-orang yang merasa kesehatannya terdampak bisa mendapatkan masker secara gratis,” sambungnya.

Polda Banten juga membuka akses pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian.

“Ketiga, jika masyarakat merasa sangat mendesak dengan adanya hal ini, yang membutuhkan kehadiran polisi, hubungi 110, kami akan segera datang,” pungkas Maruli.*

(Report lucky Poni)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *