Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas SDM membutuhkan ekosistem pendidikan yang lebih merata. Beasiswa perlu berjalan beriringan dengan penyediaan fasilitas, tenaga pendidik, serta lingkungan belajar yang memadai.
Pendidikan Harus Melahirkan Job Creator
Agustino juga menyinggung persoalan pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, keberadaan pengangguran terdidik tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan pentingnya pendidikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ia mencontohkan sejumlah negara maju seperti Jerman dan Cina yang tetap menempatkan pendidikan sebagai fondasi penting dalam pengembangan teknologi dan kemajuan ekonomi.
Karena itu, Agustino mendorong adanya pembenahan ekosistem pendidikan nasional sejak usia dini. Salah satunya melalui pendekatan fun learning yang membuat proses belajar lebih menarik sekaligus membangun karakter dan kreativitas peserta didik.
Di tingkat perguruan tinggi, orientasi pendidikan juga dinilai perlu diperkuat agar tidak semata-mata menghasilkan pencari kerja.
Kampus, menurut Agustino, harus mampu mencetak lulusan yang memiliki mental sebagai job creator serta mampu menghadirkan inovasi dan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, mulai dari energi, kesehatan hingga lingkungan.
Dengan demikian, zakat produktif melalui sektor pendidikan tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima beasiswa secara individual, tetapi juga berpotensi menciptakan efek berantai bagi pembangunan kualitas manusia dan kemandirian bangsa.*
(Lucky poni)




