Untuk mencapai pertumbuhan tersebut, pemerintah memandang peningkatan investasi menjadi salah satu faktor penting. Investasi ditargetkan dapat tumbuh hingga 7 persen sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap ekspansi ekonomi nasional.
Dalam skema tersebut, pemerintah akan mengambil peran sebagai katalisator, sementara sektor swasta diharapkan menjadi penggerak utama investasi. Pemerintah juga akan melibatkan Danantara dalam upaya mempercepat dan memperluas investasi.
Reformasi Pengelolaan APBN Berlanjut
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, reformasi dalam pengelolaan APBN juga menjadi bagian dari agenda pemerintah ke depan.
Dalam penyusunan Rencana Kerja Kementerian Keuangan Tahun 2027, sejumlah agenda strategis akan menjadi perhatian. Di antaranya adalah reformasi sistem perpajakan dan kepabeanan, percepatan belanja yang bersifat produktif, serta pengendalian defisit dan utang negara.
Langkah tersebut diarahkan agar kebijakan fiskal tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga kesehatan dan keberlanjutan keuangan negara.
Dengan demikian, satu tahun kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan ditandai dengan upaya memperkuat peran APBN sebagai instrumen stabilisasi sekaligus pendorong aktivitas ekonomi. Tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai kebijakan fiskal tersebut mampu diterjemahkan menjadi pertumbuhan investasi, peningkatan produktivitas, dan dampak ekonomi yang semakin dirasakan masyarakat.*
(Deni Surjantoro)
(Editor Nurkholis)




