Sementara itu, Ketua Umum KKK dan Ketua YLPG Angelica Tengker menegaskan pentingnya kesiapan tenaga kerja terampil dalam mendukung program ini. Menurutnya, program ini bukan sekadar soal keberadaan dapur umum, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang kompeten.
“Program ini komprehensif, termasuk kesiapan tenaga terampil dan berpendidikan yang akan menjalankan program. Dari penjelasan Wakil Kepala BGN tadi sudah sangat jelas, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, misalnya di setiap dapur harus ada tiga orang berpendidikan sarjana. Jadi tidak sembarangan,” jelas Angelica.
Untuk itu, lanjutnya, kampus ASMI turut serta menyiapkan tenaga terampil melalui program kerja sama dengan mitra BGN. “Dapur mitra ini nantinya juga bisa diisi oleh mahasiswa yang sambil berkuliah. Harapannya, setelah bekerja mereka juga bisa meraih gelar sarjana,” ujarnya.
Angelica menambahkan, partisipasi kampus dalam program ini sangat penting agar tenaga yang terlibat di dapur-dapur umum memang memiliki keterampilan dan latar belakang pendidikan yang sesuai.
“Universitas ASMI berharap program MBG ini bisa kami dukung penuh. Selain suksesnya program pemerintah, kami juga menyiapkan lulusan SMA dan SMK untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang semakin meningkat seiring berjalannya program ini,” pungkas Angelica.**
(Ls/Editor NK)




