P4S Swen Inovasi Mandiri yang berlokasi di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, mengembangkan konsep Integrated Farming System atau pertanian terpadu berbasis zero waste. Model ini mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan pengelolaan limbah menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan sehingga mampu menciptakan sistem usaha tani yang efisien dan berkelanjutan.
Berbagai program pelatihan yang dikembangkan meliputi budidaya ayam kampung omega-3, pengolahan limbah ternak menjadi biogas, serta produksi pupuk organik. Selain membekali petani dan masyarakat umum dengan keterampilan pertanian modern, P4S juga memberikan pembinaan kepada warga binaan pemasyarakatan agar memiliki bekal keterampilan dan peluang usaha setelah kembali ke masyarakat.
Sri Wahyuni menegaskan bahwa seluruh sarana dan prasarana pelatihan dibangun secara mandiri sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, siapa pun yang ingin mempelajari konsep pertanian terpadu dipersilakan mengikuti pelatihan tanpa dipungut biaya.
“Semua kami bangun dengan modal sendiri. Siapa saja yang ingin belajar mengenai pertanian terpadu kami persilakan datang. Pelatihan ini kami berikan secara gratis karena tujuan kami adalah mencetak lebih banyak petani yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menerapkan sistem pertanian terpadu,” tuturnya.
Melalui penandatanganan MoU Pertanian Indonesia serta penguatan sinergi antarlembaga tani, BRMP bersama HKTI dan berbagai organisasi pertanian berharap dapat membangun ekosistem kolaborasi yang semakin solid. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penerapan inovasi di sektor pertanian sekaligus mendorong terwujudnya petani Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat.*
(Reports Lucky poni)




