NEWS  

Steve Rick Elson Mara: Papua Berpotensi Jadi Penopang Ketahanan Pangan Indonesia dan Pasifik

Steve Rick Elson Mara: Papua Berpotensi Jadi Penopang Ketahanan Pangan Indonesia dan Pasifik
Steve Rick Elson Mara: Papua Berpotensi Jadi Penopang Ketahanan Pangan Indonesia dan Pasifik, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Steve Rick Elson Mara: Papua Berpotensi Jadi Penopang Ketahanan Pangan Indonesia dan Pasifik

JAKARTA, Indonesia jurnalis – Papua dinilai memiliki potensi strategis untuk menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan di kawasan Pasifik. Gagasan tersebut disampaikan Steve Rick Elson Mara, S.H., M.Han., penulis buku Papua: Jantung Ketahanan Pangan Indonesia-Pasifik (Papua: The Heart of Indonesia-Pacific Food Resilience).

Steve menyampaikan pandangannya dalam acara Deklarasi Yayasan Pemuda untuk Perdamaian Indonesia (YPPI) dan Bedah Buku “Papua Jantung Ketahanan Pangan Indonesia-Pasifik,” di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Dalam pemaparannya, Steve terlebih dahulu menjelaskan latar belakang akademiknya. Ia merupakan alumni STIH Umel Mandiri Jayapura, lulusan Magister Damai dan Resolusi Konflik Universitas Pertahanan, serta saat ini menempuh pendidikan doktoral di University of Bradford, Inggris.

Terinspirasi Pengalaman di Vanuatu

Steve mengatakan, gagasan untuk menulis buku tersebut berawal dari kunjungannya ke Vanuatu pada 2023 bersama Albert Yoku. Dalam kunjungan itu, ia berdiskusi dengan masyarakat setempat mengenai berbagai persoalan yang dihadapi negara-negara kepulauan Melanesia, khususnya terkait ketahanan pangan.

Menurut Steve, ancaman terhadap ketahanan pangan di kawasan Pasifik cukup serius. Badai siklon yang berulang kali melanda kawasan tersebut dapat merusak lahan pertanian dan tanaman pangan masyarakat.

Pengalaman itu kemudian mendorongnya untuk melihat potensi Papua dalam konteks yang lebih luas, terutama sebagai wilayah yang dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan Indonesia dan negara-negara di kawasan Pasifik.

“Papua memiliki tanah yang sangat subur, seharusnya kita hadir membantu saudara-saudara kita di Pasifik,” ujarnya.

Membandingkan Strategi Negara Besar

Dalam bukunya, Steve juga mengulas dan membandingkan strategi ketahanan pangan yang diterapkan tiga negara besar dunia, yakni Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok.

Baca Juga  Mas Achmad Santosa : Dorong Penegakan Hukum Kejahatan Lingkungan dengan Pendekatan Multi-Door

Ia menilai ketiga negara tersebut telah menempatkan pangan sebagai bagian penting dari kepentingan strategis nasional. Penguatan sektor pertanian dilakukan melalui pemanfaatan teknologi, kecerdasan buatan, serta kebijakan dan doktrin nasional yang memberikan perhatian besar terhadap ketersediaan pangan.

Steve juga mengingatkan pengalaman Indonesia ketika menghadapi pandemi COVID-19. Menurutnya, pandemi menjadi pelajaran penting mengenai perlunya memperkuat cadangan pangan nasional agar Indonesia memiliki daya tahan yang lebih baik ketika menghadapi krisis.

Masyarakat Adat Harus Dilibatkan

Selain membahas aspek ketahanan pangan, Steve menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam pembangunan Papua.

Ia memperkenalkan konsep Local Ownership, yaitu pendekatan pembangunan yang menempatkan masyarakat adat sebagai bagian penting sekaligus pemilik hak ulayat dalam setiap proses pembangunan di wilayahnya.

Menurut Steve, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada investasi dan proyek, tetapi harus memberikan ruang yang kuat bagi masyarakat adat untuk terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Ia juga mengusulkan agar Program Strategis Nasional tetap diarahkan pada pengembangan komoditas pangan yang menjadi kebutuhan nasional. Sementara itu, **Program Strategis Daerah** dapat dikembangkan untuk memperkuat komoditas khas Papua, seperti sagu, hipere atau ubi jalar, serta peternakan babi.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *