Melalui buku tersebut, Steve ingin mengubah cara pandang terhadap Papua. Papua, menurutnya, tidak seharusnya diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkan sebagai bagian strategis dari masa depan ketahanan pangan Indonesia dan hubungan Indonesia dengan kawasan Pasifik.
Menteri Pertanian: Papua Kunci Ketahanan Pangan dan Kemitraan Pasifik
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., turut memberikan pandangan mengenai buku Papua: Jantung Ketahanan Pangan Indonesia-Pasifik.
Menurut Amran, pangan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan kedaulatan, ketahanan, keamanan, dan perdamaian sebuah negara.
“Pangan bukan sekadar kebutuhan dasar manusia, tetapi merupakan fondasi kedaulatan, ketahanan, keamanan, dan perdamaian suatu bangsa.”
Amran menilai buku tersebut menempatkan Papua sebagai bagian penting dalam pembahasan ketahanan pangan Indonesia. Pembahasannya mencakup perspektif akademis, kebijakan publik, pengetahuan masyarakat adat, serta pengalaman internasional.
Sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian, mulai dari transformasi pertanian, kedaulatan pangan, hak atas pangan, Food Estate, sistem pangan lokal, hingga diplomasi pangan di kawasan Indo-Pasifik.
“Jika pangan adalah kehidupan, maka ketahanan pangan adalah kekuatan; dan jika kekuatan adalah fondasi kedaulatan, Papua adalah jantung ketahanan pangan Indonesia sekaligus kunci kemitraan strategis dengan kawasan Pasifik.”
Gagasan tersebut menegaskan pentingnya menempatkan Papua dalam kerangka strategis pembangunan pangan nasional sekaligus membuka peluang penguatan hubungan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik.*
(Lucky Poni)
(Editor NK)




