Wamen Transmigrasi Apresiasi Film Senja di Pelangi, Dorong Edukasi Kesehatan Mental hingga ke Sekolah dan Desa

Wamen Transmigrasi Apresiasi Film Senja di Pelangi, Dorong Edukasi Kesehatan Mental hingga ke Sekolah dan Desa
Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Boki Ratu Nita Budhi Susanti, mengapresiasi peluncuran perdana (Grand Launching) film "Senja di Pelangi, CGV FX Sudirman, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, film tersebut tidak hanya memberikan edukasi kepada remaja, tetapi juga kepada para orang tua agar lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan spiritual anak.

“Kami berharap bahwa dengan adanya film ini mengedukasi bukan hanya remaja, tetapi kita sebagai orang tua bahwa mereka bukan hanya sekadar diberikan makanan secara fisik saja, tapi tugas orang tua khususnya adalah membantu kepada anak-anaknya bagaimana sehat secara mental dan juga spiritual,” ungkapnya.

Boki Ratu Nita juga berharap keberadaan Gerakan Aku Sahabatmu mampu menjadi tempat yang aman bagi para remaja yang sedang menghadapi berbagai persoalan hidup.

“Kami berharap bahwa dengan adanya film ini betul-betul memberi pemahaman kepada remaja bahwa kalian yang punya masalah tidak sendirian, namun ada Aku Sahabatmu yang secara hotline itu akan mengedukasi. Kami berharap ini harus disosialisasikan secara besar-besaran dan menjadi organisasi yang secara terstruktur,” katanya.

Ia menginginkan gerakan tersebut tidak hanya hadir di Jakarta, tetapi berkembang hingga ke seluruh daerah di Indonesia.

“Saya berharap tidak hanya di pusat di Jakarta, tetapi dibuat sampai ke tingkat kabupaten bahkan kalau perlu sampai ke desa-desa dan ada perwakilan di sekolah-sekolah Aku Sahabatmu, sehingga bagi remaja atau anak-anak yang tidak bisa curhat mengenai persoalan yang terjadi kepada orang tua atau kepada teman, ada solusi yang benar-benar bisa membantu para remaja yang sedang bermasalah,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Boki Ratu Nita mengungkapkan makna yang ia tangkap dari judul film Senja di Pelangi.

“Judul film ini luar biasa, yaitu Senja di Pelangi. Saya juga tadi sempat bingung kenapa Senjanya di Pelangi. Akhirnya saya bisa menafsirkan bahwa senja itu adalah sebuah persoalan dan pelangi adalah sebuah cara atau sebuah cahaya, bahwa setiap persoalan apa pun akan ada solusinya,” pungkasnya.*

Baca Juga  Wamenaker: Pariwisata dan Budaya Berperan Strategis dalam Penciptaan Lapangan Kerja

(Redaksi)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *