81 Tahun Indonesia Merdeka: KMHDI Tegaskan Kemerdekaan Harus Membebaskan Rakyat dari Ketimpangan, Neoliberalisme dan Serakahnomics

81 Tahun Indonesia Merdeka: KMHDI Tegaskan Kemerdekaan Harus Membebaskan Rakyat dari Ketimpangan, Neoliberalisme dan Serakahnomics
Ketua Umum PP KMHDI (Foto: Istimewa)

KMHDI juga menyoroti masih adanya keterbatasan guru agama Hindu dan akses pendidikan agama Hindu di sejumlah daerah.

“Tidak boleh ada anak Indonesia kehilangan masa depan hanya karena lahir jauh dari pusat kekuasaan. Negara harus hadir tanpa membedakan agama, daerah, suku maupun kondisi ekonomi,” tegasnya.

Pada saat yang sama, investasi dan hilirisasi harus menghasilkan lapangan pekerjaan berkualitas, transfer teknologi dan peningkatan kapasitas tenaga kerja Indonesia.

Petani adalah Fondasi Kedaulatan Pangan

Kedaulatan pangan tidak mungkin dibangun jika petani terus berada dalam ketidakpastian.

Menurutnya, tata niaga harus diperbaiki, lahan produktif dilindungi, subsidi tepat sasaran, serta posisi tawar petani diperkuat.

“Jangan berbicara kedaulatan pangan kalau petaninya masih hidup dalam ketidakpastian. Kedaulatan pangan harus dimulai dari memuliakan petani.”

Korupsi adalah Pengkhianatan terhadap Kemerdekaan

Korupsi bukan sekadar persoalan hilangnya uang negara. Korupsi adalah hilangnya hak rakyat. Setiap anggaran yang dikorupsi berarti berkurangnya hak rakyat atas sekolah, rumah sakit, infrastruktur, beasiswa, subsidi dan pekerjaan.

KMHDI mendorong penguatan transparansi anggaran, pengawasan pengadaan, penegakan hukum yang adil, pemulihan aset, serta penyelesaian RUU Perampasan Aset dengan tetap menjamin due process of law.

“Korupsi adalah pencurian terhadap masa depan rakyat. Karena itu, pemberantasan korupsi merupakan bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan,” katanya dengan tegas.

Indonesia Timur Harus Menjadi Tuan di Tanahnya Sendiri

Indonesia Timur tidak boleh hanya menjadi sumber kekayaan yang nilai tambahnya dinikmati di tempat lain.

Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi dan wilayah lainnya harus memperoleh pendidikan, pekerjaan, teknologi, modal dan akses pasar yang memadai.

“Masyarakat lokal harus menjadi pelaku utama pembangunan dan menikmati manfaat kekayaan daerahnya,” ujarnya.

Kekayaan alam Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran rakyat, bukan ruang baru bagi imperialisme ekonomi dan serakahnomics.

Baca Juga  ‎JA'PERS Beri Penghormatan untuk IK di Milad Ke-9, Saung Chiko Bogor Jadi Saksi Kebersamaan 

Jaga Indonesia

Pada momentum 81 Tahun Kemerdekaan, PP KMHDI menyerukan semangat Jaga Indonesia. Menjaga Indonesia berarti menjaga kedaulatan sekaligus kesejahteraan rakyat. Menjaga pembangunan sekaligus keadilan. Menjaga investasi sekaligus lingkungan. Menjaga ketahanan pangan sekaligus petani. Menjaga stabilitas sekaligus demokrasi. Dan yang paling penting, menjaga agar Republik Indonesia tidak kehilangan cita-cita kemerdekaannya.

“Tugas kita bukan menghentikan pembangunan, tetapi memastikan pembangunan berjalan ke arah yang benar. Indonesia tidak membutuhkan kemajuan yang hanya memperkaya segelintir orang. Indonesia membutuhkan pembangunan yang membuat negara kuat, rakyat berdaulat, dan keadilan sosial benar-benar dirasakan,” tambahnya.

 

81 tahun Indonesia Merdeka Bukan Berarti Perjuangan Telah Selesai.

Proklamasi telah dikumandangkan oleh para pendahulu. Tugas generasi hari ini adalah memastikan kemerdekaan tidak dibajak oleh ketimpangan, korupsi, imperialisme ekonomi, neoliberalisme, dan keserakahan modal.

“Kemerdekaan bukan warisan yang cukup dirayakan. Kemerdekaan adalah amanat yang harus terus diperjuangkan,” tutupnya.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. INDONESIA BERDAULAT. INDONESIA BERDIKARI. INDONESIA BERKEADILAN. JAGA INDONESIA. JAGA RAKYATNYA. JAGA MASA DEPANNYA.

Team Redaksi
Author: Team Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *