“Kita tidak ingin terjebak memperluas di lahan yang tidak boleh digunakan. Hilirisasi adalah kunci keuntungan terbesar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya penguatan sektor hulu melalui kepastian hak atas tanah, termasuk melalui badan reforma agraria. Selain itu, perlindungan terhadap harga Tandan Buah Segar (TBS) perlu mendapat perhatian serius agar petani memperoleh manfaat yang lebih adil dari aktivitas perkebunan kelapa sawit.
Menurutnya, berbagai langkah tersebut harus dikawal secara kolektif dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait. Sinergi antara pemerintah, organisasi petani, koperasi, dan pelaku industri diperlukan agar kebijakan yang dirumuskan dapat menjawab persoalan nyata di lapangan.
Dorong Kesejahteraan Pekebun dan Kedaulatan Energi Nasional
Pertemuan Nasional Petani Sawit Indonesia ke-III diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat posisi pekebun dalam rantai industri kelapa sawit nasional.
Penguatan produktivitas perkebunan rakyat, kepastian hukum atas lahan, perlindungan harga TBS, serta pengembangan industri hilir menjadi sejumlah aspek penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
Di sisi lain, pengembangan hilirisasi sawit juga memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan energi nasional berbasis sumber daya domestik.
Melalui forum nasional ini, APKASINDO diharapkan dapat memperkuat konsolidasi aspirasi petani sekaligus mendorong sinergi kebijakan antara pemerintah dan pelaku industri. Dengan demikian, pengembangan sektor kelapa sawit tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan industri, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih nyata bagi pekebun sebagai salah satu pelaku utama di sektor tersebut.*
(Report lucky Poni)




