Selain itu, karya musiknya juga mendapat dukungan dari Hendry Lamiri, maestro Biola yang turut memainkan instrumen viola dalam lagu Sinta Sabo.
Tidak hanya berkarya dan menjalankan bisnis, Dewi juga aktif memberikan perhatian terhadap pengembangan bakat generasi muda. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan tiga anak asuh yang mendapatkan bimbingan khusus di bidang tarik suara.
Ketiga anak asuh tersebut adalah Salsa Bila Amiran, mahasiswa semester lima Universitas Budi Luhur, Dea Syafraputri Abdurrahman Bapadal, mahasiswa semester pertama Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, serta Aurelia Zakira Putri Abdurrahman Mabadal, siswi kelas XI SMA Negeri 12 Tangerang.
Dewi berharap ketiga anak asuhnya dapat terus mengembangkan kemampuan dan memperoleh kesempatan lebih luas untuk berkiprah di dunia seni, khususnya musik dan tarik suara.
Ia juga membuka peluang untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk artis dan pelaku industri hiburan lainnya.
Menurutnya, upaya membina anak-anak berbakat yang berasal dari keluarga kurang mampu membutuhkan dukungan dan kerja sama banyak pihak.
“Seperti visi saya, bagaimana anak-anak Indonesia dapat berkembang. Saya juga bisa berkolaborasi dengan Kajuy dan artis lain. Saya tidak bisa melakukannya sendiri, kan? Bagaimana kita membantu anak-anak Indonesia yang tidak mampu tetapi memiliki bakat. Saya ingin membimbing mereka agar bisa berkembang. Itu saja,” ungkapnya.
Lebih jauh, Dewi menegaskan bahwa apa yang sedang dibangunnya saat ini bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi. Ia ingin seluruh usaha dan program pembinaan yang dirintisnya dapat terus berlanjut serta memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
Menurutnya, keberlanjutan sebuah usaha maupun karya membutuhkan generasi penerus yang mampu menjaga dan mengembangkannya.
“Selanjutnya, apa yang saya bangun dapat dilanjutkan oleh anak-anak saya. Semakin lama, kita harus memiliki generasi untuk melanjutkannya,” pungkas Dewi.*
(Lucky poni)



