Kondisi ini berdampak langsung pada daya saing inovasi nasional. Berdasarkan laporan Global Innovation Index (GII) 2024 dari WIPO, Indonesia mengantongi skor 30,3 dan tertahan di peringkat 54 dunia. Sementara itu, capaian PISA Indonesia pada 2018 juga masih berada di bawah standar internasional.
Menghadapi ketidakpastian global dan disrupsi teknologi, DPR terus mendesak pemerintah mempercepat integrasi kurikulum. Langkah ini diselaraskan dengan program prioritas nasional Asta Cita ke-4 tentang pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Kami terus melakukan dorongan agar program prioritas nasional melalui Asta Cita ke-4 bisa link and match antara pendidikan dan dunia industri,” kata Kurniasih.
Komisi X DPR RI mendorong perbaikan alokasi anggaran bersama kementerian terkait, mulai dari Kemendikdasmen, Kemendikti Saintek, hingga BRIN. Optimalisasi ketepatan alokasi dana diharapkan mampu mendongkrak kualitas lulusan SMA, SMK vokasi, serta perguruan tinggi agar siap masuk pasar industri.*
(Lucky poni)




