Massa Demo di Tugu Tani Soroti Karhutla dan Beratnya Biaya Hidup, Pemerintah Didesak Berbenah
JAKARTA, Indonesia Jurnalis- Aksi demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, berakhir pada Selasa (20/10/2026) malam. Sebelum membubarkan diri, massa memasang spanduk berisi tuntutan kepada pemerintah, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pembenahan tata kelola ekonomi, hingga perbaikan sektor pendidikan.
Berdasarkan Informasi lokasi, massa mulai meninggalkan area demonstrasi sekitar pukul 18.50 WIB. Sebelumnya, mereka menyampaikan orasi sejak pukul 15.00 WIB dengan membawa sejumlah poster dan spanduk serta menggunakan mobil komando untuk menyuarakan aspirasi.
Dalam aksi tersebut, massa turut mendesak evaluasi terhadap sejumlah program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mereka nilai perlu diperbaiki. Berbagai tuntutan itu mencerminkan kegelisahan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai harus lebih responsif terhadap persoalan masyarakat.

Isu karhutla menjadi salah satu sorotan dalam demonstrasi tersebut. Tuntutan penanganan kebakaran hutan dan lahan menegaskan pentingnya langkah nyata pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan yang berulang, termasuk memperkuat pencegahan kebakaran, pengawasan kawasan rawan, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.
Di sisi lain, persoalan tata kelola ekonomi dan biaya hidup juga menjadi isu penting yang membutuhkan perhatian serius. Tekanan pengeluaran rumah tangga, kebutuhan pokok, serta akses terhadap layanan dasar menuntut kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada program, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.





