Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026: Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga Matius 1:21–24.

Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026: Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga Matius 1:21–24.
Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026: Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga Matius 1:21–24.
Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, Keluarga besar Tonsea “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga Matius 1:21–24.

Jakarta, Indonesia jurnalis – Keluarga besar Tonsea di perantauan menggelar Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 dengan penuh khidmat dan sukacita di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Sabtu (24/1/2026).

Perayaan Natal kali ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang diambil dari Matius 1:21–24. Tema tersebut diperkaya dengan subtema berbahasa Tonsea, “Senamanak Tonsea mamuali seereey sena wia see wadina, tanu Leleeos Rendem ni Opo Empung Waidan”, yang bermakna Keluarga Tonsea menjadi pelita terang bagi sesama, laksana kasih Allah

Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Dr. Cherly Mantiri Naray, M.Th, dengan kehadiran Ketua Umum PNT Brigjen Pol. Christ Reinhard Pusung, S.I.K., M.Han, M.N, serta Ketua Panitia Pelaksana Noldy Sumakto

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Noldy Sumakto menegaskan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru ini diselenggarakan dengan prinsip kebersamaan dan gotong royong, murni dari, oleh, dan untuk umat percaya, khususnya keluarga besar Tonsea di perantauan.

“Tema Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga menjadi pengingat bahwa kekuatan utama kita adalah keluarga dan persaudaraan. Semangat gotong royong ini menjadi cermin kekuatan organisasi dalam mempererat silaturahmi warga Tonsea,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya kepada Pdt. Dr. Cherly Mantiri Naray yang memimpin ibadah dengan penuh hikmat, serta para pengisi acara yang menampilkan berbagai pertunjukan bernuansa budaya.

Menurut Noldy, keterlibatan talenta muda hingga internasional menjadi bentuk komitmen panitia dalam pemberdayaan potensi masyarakat serta pelestarian budaya Tonsea. Pemilihan Auditorium Mutiara STIK-PTIK juga dinilai tepat karena fasilitasnya mendukung penyajian kuliner serta produk UMKM warga, sekaligus menjadi ruang ekspresi seni dan tradisi seperti musik kolintang.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *