“Kami ingin agar tradisi dan identitas budaya Tonsea dapat dirasakan secara nyata oleh semua generasi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), Angelica Tengker, menyampaikan bahwa tema Natal tahun ini sangat relevan dengan semangat kekeluargaan yang menjadi dasar perkumpulan-perkumpulan masyarakat Minahasa.
“Perkumpulan seperti Kawanua pada dasarnya adalah kumpulan keluarga. Kita adalah satu keluarga besar di mana Allah hadir dan menyelamatkan semua orang. Perayaan Natal ini adalah wujud ucapan syukur atas kasih Tuhan yang begitu besar,” ungkap Angelica.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur, budaya, serta rasa hormat dalam keluarga dan organisasi. Menurutnya, keteladanan pimpinan sangat penting, sebagaimana yang telah ditunjukkan dalam berbagai kegiatan pelestarian budaya Minahasa, termasuk penampilan budaya di Istana Negara pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Nilai kebersamaan ini harus terus dijaga dari periode ke periode. Tuhan telah lebih dulu mengasihi dan menyelamatkan kita, maka persaudaraan harus terus dirawat sebagai bentuk ucapan syukur,” katanya.
Di akhir sambutannya, Angelica Tengker juga mengundang seluruh keluarga besar Kawanua untuk kembali merayakan kebersamaan dalam Perayaan Natal Kerukunan Keluarga Kawanua yang akan digelar pada 31 Januari 2026 di Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta Utara
Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 ini ditutup dengan doa dan ucapan sukacita dari para tokoh serta warga yang hadir, sebagai penguatan iman dan harapan di tengah berbagai tantangan, sekaligus komitmen untuk terus menjaga persatuan dan kasih dalam keluarga besar Tonsea dan Kawanua.**




