Kegiatan Shivagraha Art & Culture juga direncanakan menjadi bagian dari pengalaman tersebut, dengan menghadirkan ruang apresiasi seni dan budaya. Pengembangan ini diharapkan mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama serta membuka manfaat ekonomi bagi pelaku pariwisata dan masyarakat setempat.
Duta Besar India untuk Indonesia, H.E. Sandeep Chakravorty, menyoroti ikatan sejarah dan budaya kedua negara.
“Candi Prambanan merupakan salah satu simbol hubungan budaya Indonesia dan India. Festival ini menjadi kesempatan untuk mempererat persahabatan dan menyampaikan pesan perdamaian serta harmoni kepada masyarakat internasional,” ungkap Sandeep.
Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa menilai PSF 2027 berpotensi memperkuat daya tarik destinasi melalui pengalaman budaya dan spiritual yang berkualitas.
“Prambanan Shiva Festival 2027 menjadi momentum untuk memperkuat Candi Prambanan sebagai destinasi wisata budaya dan spiritual yang. menawarkan pengalaman bermakna bagi wisatawan. Kita ingin wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan rangkaian festival, tetapi juga mengenal lebih dekat nilai sejarah, spiritualitas, seni, dan budaya yang menjadi bagian dari kekayaan Indonesia,” ujarnya.
Melalui penguatan program, penataan pengalaman pengunjung, serta kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata. dan masyarakat, Ni Luh berharap festival ini dapat mendorong wisatawan. untuk tinggal lebih lama dan mengeksplorasi destinasi disekitarnya dengan begitu, manfaat pariwisata dapat dirasakan lebih luas, termasuk oleh UMKM dan masyarakat setempat.
“Lebih dari itu, nilai spiritual, perdamaian, dan harmoni yang diusung festival ini menjadi pesan universal yang relevan bagi dunia. Kita ingin Prambanan tidak hanya dikenal karena kemegahan warisan sejarahnya, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan budaya yang memperkuat toleransi, keharmonisan, dan persahabatan antar bangsa” pungkasnya.




