Menurutnya, pemerintah memiliki koridor yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Oleh sebab itu, setiap kebijakan negara semestinya tetap berorientasi pada tujuan bernegara sebagaimana telah diamanatkan konstitusi.
“Semua sumber daya alam, baik yang terkandung di dalamnya maupun di atasnya, harus digunakan untuk sebesar-besarnya keselamatan dan kesejahteraan rakyat,” tutur Bamsoet.
Perayaan ulang tahun ke-64 tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Bamsoet menyampaikan apresiasi kepada para sahabat, kolega, tokoh bangsa, serta keluarga yang telah meluangkan waktu untuk hadir.
Ia juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada keluarganya, termasuk istri, anak-anak, dan 13 cucunya yang turut hadir dalam perayaan tersebut.
Peluncuran buku Politik Hukum Konstitusi sekaligus menjadi bagian dari perjalanan intelektual Bamsoet dalam menuangkan pemikiran mengenai hukum, politik, konstitusi, dan kehidupan ketatanegaraan Indonesia.
Sementara itu, buku Dari Senayan ke Ruang Kuliah karya J. Osdar menghadirkan perspektif jurnalistik mengenai perjalanan dari lingkungan politik di Senayan menuju dunia akademik.
Dengan hadirnya kedua buku tersebut, perayaan HUT ke-64 Bamsoet tidak hanya menjadi momentum personal, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar gagasan mengenai demokrasi, konstitusi, politik, serta arah pembangunan Indonesia di masa mendatang.*
(Report lucky Poni)
(Editor Nurkholis)




