Prof. Dr. Rodiyah Tangwun dari UNNES memperkuat hal ini dengan menyebutnya sebagai pendekatan reflektif berbasis realitas.
“Melalui wadah ini, taruna tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengasah kemampuan analisis dan solusi terhadap dinamika masyarakat secara langsung.”
Implementasi laboratorium akan berfokus pada tiga fungsi: ruang fakta sosial, keseimbangan pendidikan teori dan praktik, serta kolaborasi integral dengan masyarakat.
Sinergi dengan berbagai perguruan tinggi nasional yang hadir dalam acara tersebut menegaskan komitmen Polri terhadap knowledge-based policing. Dengan riset dan kolaborasi, Polri bertekad melahirkan perwira profesional yang berintegritas, memiliki kecerdasan holistik, serta gaya kepemimpinan lapangan yang adaptif dan solutif bagi masyarakat.***




