Mahasiswa, Masyarakat, dan Ojol Dorong Penguatan Partisipasi Publik serta Transparansi Pembangunan Daerah di Kotawaringin Barat

Mahasiswa, Masyarakat, dan Ojol Dorong Penguatan Partisipasi Publik serta Transparansi Pembangunan Daerah di Kotawaringin Barat
Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat Diskusi Tentang Partisipasi Publik (Foto: Istimewa)
Mahasiswa, Masyarakat, dan Ojol Dorong Penguatan Partisipasi Publik serta Transparansi Pembangunan Daerah di Kotawaringin Barat

Kabupaten Kotawaringin Barat, Indonesia Jurnalis – Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan mahasiswa, masyarakat, dan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Kotawaringin Barat menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis terkait penguatan partisipasi publik, transparansi kebijakan daerah, serta perbaikan pembangunan dan pengawasan infrastruktur daerah. Rabu (3/6/2026).

Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui FGD 1 pada Selasa, 5 Mei 2026 dan FGD 2 pada Kamis, 14 Mei 2026 sebagai ruang diskusi bersama untuk memetakan berbagai persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya terkait kondisi jalan, penerangan umum, penyampaian aspirasi publik, transparansi penggunaan anggaran daerah, hingga lemahnya pengawasan pembangunan.

Hasil diskusi menunjukkan bahwa masyarakat masih menghadapi berbagai hambatan dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah. Proses birokrasi yang dinilai panjang, kurangnya tindak lanjut terhadap laporan masyarakat, serta minimnya keterbukaan informasi publik menjadi faktor yang menyebabkan sebagian masyarakat enggan menyampaikan keluhan melalui jalur formal.

Dalam diskusi juga terungkap bahwa media sosial kini menjadi salah satu sarana utama masyarakat dalam menyampaikan kritik dan aspirasi publik. Sejumlah persoalan infrastruktur dan pelayanan publik dinilai baru memperoleh perhatian setelah menjadi sorotan di media sosial. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ruang digital memiliki pengaruh besar dalam mendorong respons pemerintah terhadap persoalan masyarakat.

Mahasiswa, Masyarakat, dan Ojol Dorong Penguatan Partisipasi Publik serta Transparansi Pembangunan Daerah di Kotawaringin Barat

Selain itu, pembangunan infrastruktur di beberapa wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dinilai masih belum merata. Masyarakat menyoroti kondisi jalan rusak, kualitas tambalan jalan yang tidak sesuai standar, minimnya penerangan jalan umum, lemahnya pengawasan terhadap proyek pembangunan, serta dampak kendaraan berat perusahaan terhadap kerusakan jalan umum masyarakat.

Team Redaksi
Author: Team Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *