Mahasiswa, Masyarakat, dan Ojol Dorong Penguatan Partisipasi Publik serta Transparansi Pembangunan Daerah di Kotawaringin Barat

Mahasiswa, Masyarakat, dan Ojol Dorong Penguatan Partisipasi Publik serta Transparansi Pembangunan Daerah di Kotawaringin Barat
Mahasiswa dan Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat Diskusi Tentang Partisipasi Publik (Foto: Istimewa)

Mahasiswa yang terlibat dalam FGD menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai penghubung aspirasi masyarakat sekaligus agen edukasi sosial dan politik di tengah masyarakat. Sementara itu, komunitas ojol menyampaikan bahwa pekerja lapangan merupakan kelompok yang paling merasakan dampak langsung dari kondisi infrastruktur jalan dan penerangan umum yang kurang memadai.

Berdasarkan hasil diskusi, sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian bersama meliputi:

  1. Rendahnya partisipasi masyarakat dalam penyampaian aspirasi publik;
  2. Minimnya transparansi penggunaan APBD dan informasi pembangunan daerah;
  3. Lambatnya tindak lanjut pemerintah terhadap laporan masyarakat;
  4. Belum meratanya pembangunan infrastruktur jalan dan penerangan umum;
  5. Lemahnya pengawasan terhadap proyek pembangunan dan kendaraan perusahaan;
  6. Rendahnya pemahaman masyarakat terkait mekanisme pengaduan dan kebijakan publik; serta
  7. Meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap media sosial sebagai saluranutama penyampaian aspirasi publik.

Sebagai tindak lanjut, hasil FGD mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, DPRD, serta perangkat daerah terkait untuk memperkuat ruang dialog publik yang lebih terbuka, responsif, dan mudah diakses masyarakat.

Pemerintah daerah juga didorong untuk meningkatkan transparansi informasi anggaran, memperkuat pengawasan pembangunan infrastruktur, serta memperluas edukasi publik terkait mekanisme pengaduan masyarakat dan hak partisipasi warga dalam pembangunan daerah.

FGD ini turut merekomendasikan penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, perguruan tinggi, media lokal, masyarakat, dan kelompok pekerja lapangan dalam membangun sistem pengawasan pembangunan yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.

Dokumen rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari FGD disusun sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendorong tata kelola pemerintahan daerah yang lebih transparan, partisipatif, responsif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Melalui rekomendasi tersebut, diharapkan tercipta hubungan yang lebih terbuka antara pemerintah dan masyarakat, meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi daerah, serta terbangunnya budaya partisipasi masyarakat yang lebih kuat dalam proses pembangunan di Kabupaten Kotawaringin Barat

Team Redaksi
Author: Team Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *