Tuduhan Presiden Terhadap Mahasiswa di Bayar, Ketua Bidang Advokasi PB PMII: Cara Keliru Menjawab Kritikan Rakyat
JAKARTA, Indonesia Jurnalis – Dewasa ini, ruang demokrasi kita sedang mengalami pendangkalan makna yang sangat serius. Pernyataan Presiden hari ini yang melontarkan narasi bahwa aksi demonstrasi mahasiswa merupakan gerakan yang “dibayar” atau ditunggangi, adalah bentuk kesesatan berpikir Presiden sekaligus penghinaan intelektual yang nyata terhadap seluruh mahasiswa di Indonesia.
PB PMII memandang bahwa narasi tersebut bukan sekadar kekeliruan verbal, melainkan upaya sistematis untuk membungkam daya kritis dan mendelegitimasi suara rakyat. Menganggap mahasiswa bergerak karena bayaran adalah bentuk pengabaian terhadap nalar kritis mahasiswa yang telah melakukan riset, kajian, dan pembacaan situasi kebangsaan secara mendalam.




