Aliansi Mahasiswa Islam Desak Kapolri Copot Kapolda Jawa Tengah terkait Penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo.
JAKARTA, Indonesia Jurnalis— Sejumlah mahasiswa Muslim bersama elemen pemuda dan umat Islam menyatakan sikap tegas terkait dugaan tindakan brutal penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang merupakan tempat pembinaan santriwati penghafal Al-Qur’an.
Aksi penyampaian pernyataan sikap bersama tersebut digelar di depan Tugu Proklamator, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Mereka mendesak Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk segera mencopot Kapolda Jawa Tengah sebagai bentuk pertanggungjawaban atas peristiwa yang terjadi di lingkungan pondok pesantren tersebut.
Aksi ini melibatkan sejumlah organisasi, di antaranya Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), dan Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku Kie Raha (DPP AL-MULK), bersama pemuda, mahasiswa, serta elemen umat Islam lainnya.
Dalam pernyataan sikapnya, massa menyampaikan empat tuntutan utama sebagai bentuk keprihatinan sekaligus desakan terhadap penegakan hukum dan keadilan.
Pertama, mereka mengutuk keras dugaan tindakan brutal penggerebekan yang dilakukan jajaran Polda Jawa Tengah terhadap Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Sukoharjo.
Mereka juga menyoroti dugaan keterlibatan sejumlah jenderal dan petinggi Polri yang dinilai berpotensi memicu benturan antara institusi kepolisian dan umat Islam. Apabila dugaan tersebut terbukti melalui proses hukum, mereka menyatakan dukungan penuh kepada Kapolri untuk bertindak tegas, termasuk menangkap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Kedua, massa menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang dinilai cepat merespons tuntutan umat Islam dengan mencopot Kapolres Sukoharjo.




