NEWS  

Ahmad Rofiq Deklarasikan Partai Gema Bangsa, Tekankan Kemandirian dan Desentralisasi Politik

Ahmad Rofiq Deklarasikan Partai Gema Bangsa, Tekankan Kemandirian dan Desentralisasi Politik
Ahmad Rofiq Ketua Umum Partai Gema Bangsa di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (17/1/2026).

Menurutnya, kemandirian ekonomi harus diwujudkan melalui keberpihakan kepada rakyat, khususnya petani, nelayan, dan pelaku UMKM.

“Petani harus berdaulat atas tanah dan hasil panennya. Selamanya petani tidak boleh hanya menjadi buruh harian. Mereka harus memiliki tanah. Dengan adanya bank tanah, kedaulatan pangan bisa diwujudkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi nelayan yang masih tertinggal dari sisi teknologi.

“Kita tahu nelayan sering pulang melaut tanpa hasil karena keterbatasan teknologi. Sudah waktunya negara memikirkan nelayan agar mereka berdaulat atas laut dan hasil tangkapannya,” lanjutnya.

Ahmad Rofiq meyakini bahwa jika sektor pertanian dan kelautan dirawat dengan baik, Indonesia tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan sendiri, tetapi juga menghidupi dunia.

Selain kemandirian ekonomi, ia menekankan pentingnya kemandirian politik dan budaya.

“Kemandirian politik berarti keputusan penting bangsa ini harus berpihak pada kepentingan rakyat, bukan pada tekanan oligarki, bukan kepentingan asing, dan bukan transaksi kekuasaan. Kemandirian budaya berarti kita bangga menjadi Indonesia, bangga pada nilai gotong royong, keadilan sosial, dan kemanusiaan yang beradab,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap masa depan generasi muda dan lingkungan, Ahmad Rofiq menginstruksikan seluruh kader dan simpatisan Partai Gema Bangsa untuk menanam satu pohon di setiap rumah.

“Atas nama Dewan Pimpinan Pusat Partai Gema Bangsa, kami menginstruksikan kepada seluruh pimpinan, anggota, dan simpatisan untuk menanam satu pohon di setiap rumah. Ini demi masa depan generasi muda dan anak-anak cucu kita,” ujarnya.

Ia menutup pidatonya dengan menegaskan bahwa visi besar kedua Partai Gema Bangsa adalah desentralisasi politik kepartaian sebagai syarat utama terwujudnya demokrasi yang sehat dan terbuka.

“Bagaimana kita bisa menjalankan demokrasi dengan baik jika partai politik masih feodalistik dan anti-kritik? Bagi Partai Gema Bangsa, desentralisasi politik adalah kebutuhan yang tidak bisa dihindari demi demokrasi yang egaliter, terbuka, dan demokratis,” pungkasnya.**

Baca Juga  Sengketa Lahan dan Dampak Lingkungan Tak Kunjung Usai, Pemuda Wasile Siap Geruduk Kementrian ESDM Tuntut Cabut IUP PT. JAS dan PT. ARA

(Ls/red)

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *