YT mengaku telah menyampaikan surat permohonan pertanggungjawaban dan penggantian biaya pengobatan kepada pihak McDonald’s melalui alamat email resmi perusahaan (Ekky.prihastopo@id. mcd.com ) serta meneruskannya ke Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), humas@bpkn.go.id, pada tgl 29 September 2025. Namun, hingga kini ia belum menerima tanggapan resmi secara tertulis.
“Sudah dua kali saya kirim surat, tapi hanya dibalas lewat WhatsApp. Mereka menolak bertanggung jawab dengan alasan sudah memberi pengobatan awal,” tambahnya.
Pihak McDonald’s datangi korban, namun hanya menyampaikan permintaan maaf dengan. Lisan. Dua hari setelah kejadian, perwakilan McDonald’s yang disebut bernama Eki, selaku area operasional, datang menjenguk ke rumah sakit.
“Dia datang dan meminta maaf secara lisan, membawa dua porsi makanan McDonald’s, serta menyarankan kami mengirim surat permohonan penggantian biaya. Namun tidak ada surat resmi permintaan maaf atau kesepakatan apa pun yang ditandatangani,” jelas YT.
Ia juga menyayangkan tidak adanya tenaga medis atau SOP penanganan darurat di restoran tersebut. “Pegawai yang membantu hanya cleaning service dan karyawan biasa. Tidak ada dokter atau petugas medis yang menindaklanjuti ke rumah sakit,” katanya.
Keluarga Pertimbangkan Jalur Hukum
Hingga kini, YT masih menunggu itikad baik dari pihak McDonald’s untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut. Jika tidak ada tanggapan, ia berencana melanjutkan perkara ke jalur hukum.
“Saya hanya berharap ada tanggung jawab dari pihak McDonald’s atas kelalaian ini. Anak saya mengalami trauma, dan kami juga menanggung biaya pengobatan serta kehilangan waktu kerja,” tegas YT.
(Rosid)




