“Kita ingin dari Bone membangun Indonesia. Salah satu sejarah penting adalah ketika raja Bone mengundang Presiden Soekarno dan menyatakan bergabung dengan NKRI. Ini adalah momentum besar yang harus terus kita ingat,” ungkapnya.
Dato’ Andi juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan infrastruktur di Bone, termasuk pembangunan bandara yang diharapkan mampu mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Alhamdulillah, Bone terus berkembang, termasuk dengan adanya bandara. Ke depan diharapkan penerbangan langsung dari Jakarta bisa segera terwujud, sehingga membuka akses yang lebih luas,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya diaspora Bone, untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk membangun Bone dan Indonesia menjadi lebih baik. Semangat kepahlawanan harus kita teladani—keberanian, pengorbanan, dan kesabaran para pendahulu harus menjadi inspirasi,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Dato’ Andi Ahmad Said mengingatkan pentingnya mengenang jasa para pahlawan sebagai bagian dari penguatan nilai kebangsaan.
“Keringat, air mata, harta, nyawa, dan darah para pahlawan harus selalu kita kenang. Kita wajib melanjutkan perjuangan mereka agar Indonesia tetap merdeka dan semakin maju,” pungkasnya.*
(Lucky poni)
(Editor NK)




