Berdasarkan informasi pelacakan terakhir, kapal MT Honour 25 berada di wilayah perairan rawan, tepatnya di sekitar jalur pelayaran internasional dekat Somalia yang memang dikenal sebagai kawasan dengan tingkat ancaman pembajakan tinggi.
Hingga Jumat, 25 April 2026, tidak ada kabar lanjutan mengenai kondisi kapal maupun para awaknya. Keluarga korban bersama masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan otoritas terkait untuk segera melakukan pencarian serta upaya penyelamatan.
Pihak keluarga juga mengimbau kepada siapa pun yang memiliki informasi, koneksi, atau akses terkait kejadian ini untuk segera berbagi demi membantu perkembangan situasi. Informasi sekecil apa pun dinilai sangat berarti.
Kasus ini kembali menyoroti tingginya risiko keamanan di jalur pelayaran internasional, khususnya di kawasan perairan Somalia, yang masih menjadi ancaman nyata bagi para pelaut, termasuk warga negara Indonesia.




