Gelar Diskusi Publik “Semangat Sumpah Pemuda”, Cipayung Plus Gotong Royong DKI Jakarta: Telaah 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Dalam Menjalankan Asca Cita

Gelar Diskusi Publik “Semangat Sumpah Pemuda”, Cipayung Plus Gotong Royong DKI Jakarta: Telaah Pemerintahan Prabowo-Gibran Dalam Menjalankan Asca Cita
Hari Sumpah Pemuda, Cipayung Plus DKI Jakarta Buat Diskusi Publik (Foto: Istimewa)

Salah satu program yang mendapat apresiasi dalam forum adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai memiliki tujuan yang baik dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok yang membutuhkan.

Perhatian terhadap masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) juga dipandang penting karena pembangunan tidak boleh hanya berpusat pada wilayah yang telah memiliki akses dan fasilitas yang relatif lebih baik.

“Program MBG sudah baik dan tentu harus kita apresiasi. Tetapi yang juga penting adalah bagaimana pelaksanaannya terus diperbaiki agar manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat. Wilayah 3T menjadi contoh bahwa negara harus hadir untuk masyarakat yang selama ini berada di wilayah terpinggirkan,” kata Andre.

Selain MBG, keberadaan Sekolah Rakyat juga dinilai sebagai salah satu langkah yang patut mendapatkan perhatian positif karena memiliki potensi membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi dan akses terhadap pendidikan.

Bagi Cipayung Plus Gotong Royong DKI Jakarta, pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kualitas manusia Indonesia. Karena itu, berbagai kebijakan pendidikan harus terus dikawal agar tidak hanya berhenti sebagai program, tetapi benar-benar memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi masyarakat.

KRITIK SEBAGAI BAGIAN DARI TANGGUNG JAWAB KEBANGSAAN

Diskusi publik ini pada akhirnya menegaskan bahwa memberikan apresiasi dan menyampaikan kritik bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan.

Cipayung Plus Gotong Royong DKI Jakarta berpandangan bahwa masyarakat sipil harus mampu melihat pemerintahan secara objektif: yang baik diapresiasi, yang kurang diperbaiki, dan yang menyimpang dari kepentingan rakyat harus dikritisi.

Sikap tersebut menjadi penting agar gerakan mahasiswa tidak terjebak pada kritik yang bersifat instan maupun dukungan yang bersifat membabi buta.

Baca Juga  KPK Tetapkan Lima Tersangka Korupsi Dana Kebencanaan BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Ditahan

Dalam momentum Sumpah Pemuda, Cipayung Plus Gotong Royong DKI Jakarta mendorong agar pemuda dan mahasiswa kembali menempatkan dirinya sebagai bagian dari kekuatan moral dan intelektual bangsa yang mampu berdialog, menguji kebijakan, membangun gagasan, serta ikut mengawal jalannya pembangunan.

Forum ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun tradisi gotong royong antarelemen mahasiswa dan pemuda, dengan menjadikan perbedaan latar belakang organisasi sebagai kekayaan untuk membangun gagasan bersama bagi Indonesia.

Cipayung Plus Gotong Royong DKI Jakarta akan terus mendorong ruang dialog yang terbuka, kritis, dan konstruktif sebagai bagian dari tanggung jawab pemuda dalam mengawal perjalanan bangsa.

Semua Buat Semua, Bergerak Bersama untuk Indonesia

Team Redaksi
Author: Team Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *