NEWS  

Gubernur Gorontalo Ajak Warga Perkuat Silaturahmi dan Optimisme Ekonomi Daerah

Gubernur Gorontalo Ajak Warga Perkuat Silaturahmi dan Optimisme Ekonomi Daerah
DR. IR. H. GUSNAR ISMAIL. M.M., Gubernur Gorontalo di acara Halalbihalal & Silaturahmi Nasional , Gedung MPR/DPR/DPD-RI Jakarta 24 Mei 2025. (Photo lucky)
Gubernur Gorontalo Ajak Warga Perkuat Silaturahmi dan Optimisme Ekonomi Daerah. ” Mohon berkenan menjadi juru bicara jagung, agar persoalan ini bisa terus kita tingkatkan” kata Gubernur Gorontalo

Jakarta , Indonesia jurnalis – Dalam acara Halalbihalal dan Silaturahmi Nasional bertajuk “Merajut Silaturahmi, Kita Rawat Jati Diri dan Persatuan” yang digelar di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Sabtu (24/5/2025), sejumlah tokoh nasional dan daerah hadir, termasuk Gubernur Gorontalo Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M.

Acara  Halal bihalal yang di gelar LAMAHU Huyula Heluma Lo Hulonta lo , organisasi persaudaraan masyarakat Gorontalo turut hadir,  Jenderal Purnawirawan Wiranto, Ketua Umum LAMAHU Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad, Sekretaris Jenderal LAMAHU H. Syaifullah Ngiu, Ketua Panitia Dr. Syafrin Liputo, A.T.D., M.T., serta Sekda DKI Jakarta Dr. Marullah Matali, Lc., M.Ag., yang mewakili Gubernur DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar Ismail menyoroti beberapa isu strategis di Gorontalo, termasuk persoalan ekspor jagung dan perkembangan tambang emas yang tengah marak di daerahnya.

Gubernur Gorontalo Ajak Warga Perkuat Silaturahmi dan Optimisme Ekonomi Daerah
Halalbihalal dan Silaturahmi Nasional bertajuk “Merajut Silaturahmi, Kita Rawat Jati Diri dan Persatuan” yang digelar di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Sabtu (24/5/2025)

“Masih terdapat perbedaan harga, karena ini persoalan bisnis. Harganya masih berbeda 100 sampai 150 per kilogram, sehingga eksportir dari Gorontalo masih menunggu agar bisa masuk harga yang sesuai. Mereka siap ekspor,” ujarnya.

Ia juga mengajak para tokoh Gorontalo yang hadir untuk menjadi juru bicara jagung. “Mohon berkenan menjadi juru bicara jagung, agar persoalan ini bisa terus kita tingkatkan,” tambahnya.

Namun, Gusnar juga menyampaikan kekhawatirannya atas perkembangan tambang emas yang mulai menggantikan peran sektor pertanian.

“Sekarang ini Gorontalo lagi demam dengan pertambangan emas. Di sebelah timur ada tambang emas di Kecamatan Suwawa, yang dikelola PT Gorontalo Mineral. Namun sampai hari ini belum operasional. Emas mengalir keluar tanpa bisa ditangkap hasilnya oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Baca Juga  SEMMI Jakarta Raya Puji Ketegasan Ditlantas Polda Metro Jaya: Aturan Lalu Lintas Harus Tegak Tanpa Pandang Bulu

Menurutnya, jika pertambangan berkembang lebih dulu tanpa perencanaan matang, maka petani Gorontalo secara alamiah akan berpindah menjadi penambang.

Redaksi
Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *