“Di bagian barat, emas dikelola oleh Merdeka Copper dan akan beroperasi Februari 2026. Tambang di sini hanya menggunakan excavator dan air raksa, karena emasnya ada di permukaan. Banyak masyarakat yang terlibat. Bahkan ada yang menunggu musim hujan hanya untuk menambang di sungai,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh pihak membangun optimisme terhadap kemajuan Gorontalo dalam 23 tahun mendatang. “Kami terus mencarikan investasi untuk industri hilirisasi jagung. Baru-baru ini saya melepas pengapalan 18.000 ton jagung ke Padang karena industri pengolahan jagung ada di sana, padahal jagungnya dari Gorontalo,” terangnya.
Di sektor peternakan, Gusnar menyampaikan bahwa pengiriman sapi dari Gorontalo ke Tarakan dan Balikpapan berlangsung rutin. “Sebulan dua kali, satu kapal bisa mengangkut 300 hingga 500 ekor. Kami juga menyiapkan lahan untuk pengembangan peternakan,” jelasnya.
Untuk sektor perikanan, ia menekankan pada pengembangan rumput laut. Ia berharap dapat bergandengan tangan dengan DKI Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional. “Mohon bantuannya, karena Jakarta menjadi sentra ekonomi. Semua bercokol di sini. Tidak ada yang mau melihat ke daerah,” tegasnya.
Gusnar juga menyoroti perlunya regulasi yang jelas terkait Dana Bagi Hasil (DBH) pertambangan. “Kami cuma dikasih dana bagi hasil dari kandungan emas, tapi belum tahu nilainya. Ini bisa jadi kontroversi jika tidak segera diperjelas,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekda DKI Jakarta, Dr. Marullah Matali menyambut baik ajakan kerja sama dari Pemprov Gorontalo. Ia menyatakan kesiapan Jakarta untuk membuka diskusi lebih lanjut.
“Pak Gubernur bisa duduk bareng-bareng dengan kami, agar usulan beliau bisa terealisasi. Jakarta bukan sekadar ibu kota, tapi juga pusat perekonomian nasional dan kota global. Jakarta milik kita semua,” katanya.
Marullah menambahkan bahwa kolaborasi antar daerah sangat penting. “Kalau potensi daerah dijaga dan dipasarkan dengan baik, maka akan diketahui bukan hanya di lingkup lokal, tapi juga nasional dan global,” pungkasnya.
Acara Halalbihalal dan Silaturahmi Nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jalinan silaturahmi antarwarga Gorontalo di perantauan dan para tokoh nasional, sekaligus mendorong sinergi pembangunan antara pusat dan daerah.**



