“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat mulai dari orang tua, dunia usaha, hingga para pemangku kepentingan untuk mengambil peran aktif. Keluarga, sekolah, kampus, dan masyarakat adalah para arsitek masa depan Indonesia. Pendidikan yang kuat tidak dibangun oleh satu pihak, melainkan melalui semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh bangsa.” Ajaknya.
Sebagai penutup, Ketum IWO Indonesia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru, dosen, tenaga kependidikan, dan peneliti.
“Di tangan bapak dan ibu sekalian, masa depan bangsa ditanam dan dirawat setiap hari. Teruslah berkarya untuk Indonesia yang lebih cerdas,” pungkasnya.
Hari Pendidikan Nasional 2026 ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan sinergi nasional dalam menciptakan akses pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh anak bangsa.*
(Wilkapri)




