Ini Kata Jokowi Soal Kuota Haji, Ya, Memang itu Kebijakan Presiden, Setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya
Jakarta, Indonesia jurnalis – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara setelah namanya dikaitkan dengan perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan periode 2023–2024.
Pernyataan itu muncul setelah Menteri Agama 2020–2024, Yaqut Cholil Qoumas, dalam sebuah siniar di YouTube pada 15 Januari 2026 menyebut kuota haji tambahan sebanyak 20 ribu jemaah pada 2024 diterima langsung oleh Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menpora Dito Ariotedjo. Dalam perkara ini, Yaqut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Jokowi menjelaskan bahwa permintaan penambahan kuota haji kepada Pemerintah Arab Saudi memang merupakan kebijakan di tingkat presiden. Namun, setelah kuota tambahan tersebut diperoleh, pengelolaannya sepenuhnya diserahkan kepada Kementerian Agama yang saat itu dipimpin Yaqut.
“Ya, memang itu kebijakan Presiden. Memang itu arahan dari Presiden,” kata Jokowi di Solo, Jumat (30/1).
Ia menilai wajar apabila namanya kerap disebut dalam berbagai perkara yang terjadi di masa pemerintahannya. Menurutnya, seluruh program kementerian pada dasarnya merupakan pelaksanaan kebijakan presiden.
“Setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya, karena apapun program kerja menteri pasti dari kebijakan Presiden, pasti dari arahan Presiden, dan juga dari perintah-perintah Presiden,” ujarnya.




