Dalam kesempatan yang sama, Hatta Taliwang menyoroti dinamika politik nasional dan tantangan pemerintah dalam melakukan perubahan setelah berbagai persoalan yang menurutnya telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Ia menilai perubahan kebijakan maupun pembangunan nasional tidak dapat dilakukan secara instan. Karena itu, masyarakat dinilai perlu melihat setiap kebijakan pemerintah secara objektif dengan mempertimbangkan sisi positif maupun kekurangannya.
Sementara itu, Ketua Umum Rampas 08, Tengku Hilmi, menyampaikan kekecewaannya terhadap pernyataan Budi Arie yang dinilainya telah menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Ia bahkan mengecam keras pernyataan tersebut dan mempertanyakan kontribusi Budi Arie terhadap bangsa dan negara.
“Ketum Rampas 08 Tengku Hilmi juga menyampaikan kesesalannya dengan apa yang dikatakan Budi Arie mantan menteri tersebut, dan mengecam keras pernyataan Budi Arie. Apa yang sudah dilakukan untuk bangsa dan negara ini, memangnya dia siapa? Hanya ingin kekuasaan terus,” ujarnya.
Menutup kegiatan tersebut, para peserta menyerukan agar aksi massa yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026 dapat berjalan secara damai, tertib, konstitusional, serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat.
Mereka juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Terlebih, berbagai konten bermuatan politik yang beredar melalui media sosial dinilai dapat memengaruhi opini publik dan memicu kesalahpahaman apabila tidak disikapi secara kritis.
Para tokoh tersebut menilai penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan menyampaikan pendapat tetap harus dibarengi dengan tanggung jawab untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kepentingan masyarakat luas.*
(Report lucky Poni)
(Editor NK)




